Follow detikFinance
Jumat 01 Dec 2017, 14:17 WIB

Kemnaker Bentuk Unit Reaksi Cepat Ketenagakerjaan, Ini Kerjanya

Niken Widya Yunita - detikFinance
Kemnaker Bentuk Unit Reaksi Cepat Ketenagakerjaan, Ini Kerjanya Foto: Menaker Hanif Dhakiri meresmika URC Ketenagakerjaan (Dok. Kemnaker)
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) Pengawasan Ketenagakerjaan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal ini agar pengawasan terkait ketenagakerjaan berjalan lebih optimal.

"Unit Reaksi Cepat dimaksudkan untuk memastikan pengawasan ketenagakerjaan dilakukan lebih optimal, efektif, serta memastikan dilaksanakannya norma ketenagakerjaan di perusahaan atau di tempat kerja," kata Menaker Hanif Dhakiri, dalam keterangan tertulis dari Kemnaker, Jumat (1/12/2017).

Hanif mengatakan itu saat memberikan sambutan pada upacara peresmian URC di halaman kantor Kemnaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Pada tahap awal, Hanif melantik 300 orang pasukan URC pengawas ketenagakerjaan. Mereka terdiri dari 100 orang pengawas ketenagakerjaan Kemnaker, 50 pengawas DKI Jakarta, 100 pengawas Jawa Barat dan 50 pengawas Banten. Untuk kelancaran pengawasan, unit ini didukung 12 mobil operasi.

 Kemnaker Bentuk Unit Reaksi Cepat Ketenagakerjaan, Ini Kerjanya Foto: Menaker Hanif Dhakiri meresmika URC Ketenagakerjaan (Dok. Kemnaker)

Disampaikan Hanif, mobil dan seragam pengawasan yang serba baru, dimaksudkan untuk menambah kepercayaan diri para pengawasan ketenagakerjaan di lapangan.

"Petugas pengawas harus percaya diri. Mereka akan diterjunkan untuk mengatasi kasus-kasus ketenagakerjaan baik terkait mogok kerja, unjuk rasa maupun kecelakaan kerja. Seperti kecelakaan kerja terjadi di Duri Kosambi Tangerang beberapa waktu lalu," katanya.

Sebagai prioritas penugasan, Hanif menambahkan, pihaknya sudah meminta Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker Sugeng Priyanto, agar URC pengawas ketenagakerjaan bisa masuk ke industri-industri yang menggunakan bahan baku berbahaya (B3). Pasca kecelakaan industri B3 di Kosambi, pihaknya telah membentuk tim untuk mengevaluasi seluruh industri yang menggunakan B3.

"Hal ini untuk menghindari peristiwa serupa yang menelan banyak korban jiwa. URC ini bisa membantu masuk ke industri B3 di berbagai daerah. Ini terus kita tindaklanjuti untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan kerja," ucap Hanif.

Hanif juga meminta agar URC pengawas ketenagakerjaan segera merespons secara pro-aktif apabila manemukan kasus ketenagakerjaan. Hal ini agar masyarakat tidak menunggu pelayanan dari pemerintah. Dengan terbentuknya URC diharapkan peran dan fungsi pengawas ketenagakerjaan berjalan optimal dan efektif.

Menaker juga mengingatkan agar menjalankan tugasnya, petugas pengawasan harus menjaga integritas dan profesionalisme, bersikap proaktif, dan bekerja secara inovatif. Saat ini masyarakat sudah berubah, sehingga cara kerja dan berpikir juga harus berubah.

 Kemnaker Bentuk Unit Reaksi Cepat Ketenagakerjaan, Ini Kerjanya Foto: Menaker Hanif Dhakiri meresmika URC Ketenagakerjaan (Dok. Kemnaker)

Dengan URC pengawas ketenagakerjaan ini, perubahan bisa ditujukan melalui image baru, cara kerja baru, semangat baru, inovasi baru dengan hasil yang lebih baik.

Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker Sugeng Priyanto dalam kesempatan yang sama menyatakan, pembentuk URC dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik tenaga kerja, perusahaan dan sebagainya. "URC ini diharapkan lebih efektif melakukan pengawasan di lapangan, pabrik di segala tempat yang terkait ketenagakerjaan," katanya.

Dengan pembentukan URC tersebut, diharapkan pelanggaran di bidang ketenagakerjaan kecelakaan kerja, dapat diminimalisir. Karena itu, kasus-kasus seperti di Duri Kosambi, tidak terulang lagi. (nwy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed