Follow detikFinance
Kamis 07 Dec 2017, 12:53 WIB

Sri Mulyani: Perusahaan yang Penghasilannya dari RI Harus Bayar Pajak

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani: Perusahaan yang Penghasilannya dari RI Harus Bayar Pajak Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Perusahaan dalam negeri maupun multinasional yang telah meraup keuntungan di Indonesia wajib untuk mengikuti peraturan perpajakan Indonesia. Baik dari sisi pembayaran maupun pelaporan.

Demikianlah ditegaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (7/12/2017).

"Ini adalah bahwa seluruh perusahaan yang dapat sumber pendapatannya dari RI maka dia merupakan subjek pajak Indonesia, kemudian juga mendapatkan kegiatan yang miliki nilai tambah maka mereka merupakan objek dari pajak di Indonesia apakah itu PPN maupun PPh," kata Sri Mulyani.

Ini pun telah dibuktikan Sri Mulyani melalui Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) kepada Google Asia Pacific Pte Ltd yang telah melunasi tunggakan pajaknya untuk tahun 2015 pada pekan lalu.

Sri Mulyani mengatakan, keberhasilan pemerintah membuat Google untuk melunasi kewajiban pajaknya sudah sesuai dengan apa yang diatur oleh UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Menurut dia, kewajiban membayar pajak untuk perusahaan juga berlaku bagi mereka yang merupakan penyedia platform, aplikasi maupun sebagai pengguna yang intinya mendapatkan keuntungan dari kegiatan yang dilakukan.

"Jadi kita akan gunakan prinsip yang sama untuk perusahaan-perusahaan yang memberikan services yang sama," tukas dia.

Diketahui, selain Google masih ada perusahaan-perusahaan multinasional berbasis IT yang meraup keuntungan di Indonesia, mereka adalah Facebook dan Twitter.


(mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed