Follow detikFinance
Sabtu, 16 Des 2017 20:51 WIB

Ini Penyebab Kontribusi Pertanian ke Ekonomi RI Masih Rendah

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Bogor - Sektor pertanian di Indonesia belum memiliki kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jika dilihat stukturnya baru sebesar 2,92% di kuartal III-2017.

Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan, penyebab masih rendahnya sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi adalah cara bercocok tanam yang lebih banyak dilakukan secara pribadi bukan kelompok.

"Karena petani ini miliki tanahnya relatif kecil, terus tidak ada pengelompokan berdasarkan insentif," kata Aviliani di Bogor, Sabtu (16/12/2017).

Dengan belum berkelompoknya para petani kecil ini juga sulit memenuhi permintaan akan kebutuhan, serta risiko yang ditanggungnya sangat besar.

"Karena lahanya kecil-kecil, enggak bisa besar, petani kan penghasilannya pas-pasan, ya enggak bisa bersaing dan hanya bisa memenuhi kebutuhannya, atau kebutuhan sekitarnya tapi enggak bisa menjadi besar," tambah dia.

Dengan belum terkelompokkan, kata Aviliani, membuat para petani sulit untuk terakses oleh perbankan. Pasalnya, perbankan juga tidak ingin mengambil risiko dengan menyalurkan kredit kepada petani yang skalanya kecil dan pendapatannya tidak menentu.

"Perbankan itu kan follow the business, kalau skalanya kecil, tidak ada kepastian jual, pasti tidak ada yang minjemin, karena ada risikonya, walaupun ada resi gudang, resi gudangnya itu enggak jalan," ungkap dia.


Dengan begitu, Aviliani mengimbau kepada pemerintah untuk menciptakan suatu program kemitraan antaran petani dengan perusahaan, agar lahan garapannya masuk dalam satu kelompok besar. Dengan menjadi kelompok, lanjut dia, akses perbankan juga mudah didapat.

Tidak hanya itu, pemerintah juga sebaiknya membuat kredit usaha rakyat (KUR) khusus untuk pertanian.

"Mungkin KUR buat khusus saja untuk pertanian, kalau yang perdagangan jangan ambil di KUR, karena marginnya lebih besar. Kalau di pertanian kalau dia enggak single digit marginnya enggak ada, jadi KUR ditujukan saja untuk sektor pertanian," tukas dia.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed