Follow detikFinance
Selasa, 02 Jan 2018 18:58 WIB

RI Belanjakan Rp 2.001,7 T Sepanjang 2017, Ini Hasilnya

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, realisasi belanja negara di tahun 2017 mencapai Rp 2.001,7 triliun atau 93,8% dari APBN tahun 2017, meningkat 7,4% dari 2016.

Ada pula realisasi belanja pemerintah pusat yang dikeluarkan sebesar Rp 1259,6 triliun atau 92,1% dari APBNP 2017 diikuti pencapaian output/outcome

Dalam bahasannya Sri Mulyani memaparkan, belanja di bidang infrastruktur yang sudah dilakukan. Seperti, pembangunan jalan yang sudah dilakukan sepanjang 794 kilometer.

Kemudian jembatan sepanjang 9.072 meter. Kemudian ada pula pembangunan 3 bandara baru serta 8 Bandara yang dalam proses penyelesaian rampung di tahun 2018. Ada pula pembangunan rel kereta api sepanjang 618,3 kilometer.

"Kan ada bandara yang baru mulai di 2016 dan baru beres di tahun 2017, kalau yang baru beres itu ada 8 bandara," ujar Sri Mulyani, Selasa (2/1/2018).

Selain infrastruktur, Sri Mulyani juga memaparkan realisasi program yang mencakup bidang pendidikan yaitu penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) 19,8 juta siswa, penyaluran bantuan operasional sekolah 8 juta siswa dan penyaluran bidik misi 364,4 ribu mahasiswa.

Kemudian ada pula di bidang kesehatan dan perlindungan sosial melalui penyalur Kartu Indonesia Sehat sebanyak 92,1 juta jiwa dan penyaluran program keluarga harapan 6 juta keluarga penerima manfaat.

Ada pula realisasi transfer ke daerah daerah dengan dana desa 96,8% dari APBNP tahun 2017 atau Rp 742 triliun.

Sementara untuk belanja pemerintah pusat yaitu Rp 1.259,6 triliun digunakan untuk belanja KL yang meliputi pegawai, barang, modal dan bansos mencapai Rp 759,6 triliun. Kemudian untuk belanja non KL berupa pembayaran bunga hutang dan subsidi realisasinya sampai Rp 500 triliun.

Rincian untuk realisasi belanja bunga utang sebesar Rp 216,6 triliun, dan realisasi subsidi sebesar Rp 166,3 triliun atau tumbuh negatif 4,6%.

Dirinya menjelaskan belanja bunga hutang dapat dikendalikan antara lain disebabkan oleh penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) dimana yield SUN tenor 10 tahun turun dari 7,79% di awal Januari 2017 menjadi 6,25% di akhir Desember 2017.

Ada juga belanja modal tahun 2017 sebesar Rp 208,4 triliun atau tumbuh 23% jauh lebih tinggi dibanding tahun 2016, sebesar Rp 169,5 triliun.

"Hal ini menegaskan kontribusi dorongan belanja terhadap pertumbuhan ekonomi dan perkembangan infrastruktur," kata dia.

Sementara itu seperti diketahui, di tahun ini selain realisasi anggaran belanja pemerintah juga berhasil menerima pemasukan dari sektor perpajakan sebesar Rp 1.339,8 triliun, dari sektor pajak saja telah mencapai Rp 1.147,59 triliun dari target Rp 1.283,6 triliun. Di mana, untuk PPh migas mencapai Rp 50,3 triliun atau 120,4% dari target Rp 41,8 triliun, dan untuk pajak non migas mencapai Rp 1.097,2 triliun atau 88,4% dari target Rp 1.241,8 triliun.

Lebih lanjut Sri Mulyani merinci, untuk penerimaan pajak non migas yang mencapai Rp 1.097,2 triliun, terdiri dari PPh non migas Rp 595,3 triliun atau 80,2% dari target Rp 742,2 triliun. Pajak Pertambahan nilai (PPn) mencapai Rp 478,4 triliun atau 100,6% dari target Rp 475,5 triliun.

Sedangkan untuk pajak bumi dan bangunan (PBB) telah mencapai Rp 16,8 triliun atau 108,9% dari target Rp 15,4 triliun. Dan untuk pajak lainnya Rp 6,7 triliun atau 77,5% dari target Rp 8,7 triliun

Sedangkan untuk penerimaan Bea dan Cukai, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, realisasinya di atas 100% dan menjadi pertama kali sejak tiga tahun yang lalu.

Sri Mulyani menyebutkan, penerimaan bea dan cukai mencapai Rp 192,3 triliun atau 101,7% dari target Rp 189,1 triliun. Di mana cukai sebesar Rp 153,3 triliun atau 100,1% dari target Rp 153,2 triliun, bea masuk Rp 35,0 triliun atau 105,1% dari target Rp 33,3 triliun, dan bea keluar sebesar Rp 4,0 triliun atau 149,9% dari target Rp 2,7 triliun. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed