Follow detikFinance
Senin 08 Jan 2018, 16:00 WIB

Harga Cabai di Purworejo Ikut Naik, Tembus Rp 55.000/Kg

Rinto Heksantoro - detikFinance
Harga Cabai di Purworejo Ikut Naik, Tembus Rp 55.000/Kg Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Sejak sebulan terakhir, harga cabai di Purworejo Jawa Tengah terus merangkak naik. Kenaikan tersebut disebabkan karena curah hujan yang tinggi sehingga cabai banyak yang busuk dan rusak.

Kenaikan harga terjadi pada semua jenis cabai mulai dari cabai hijau sampai dengan cabai rawit. Sebelum harga naik, cabai rawit di Pasar Kutoarjo Purworejo hanya dijual dengan harga Rp. 15.000 per kilogram, namun kini bisa mencapai Rp. 55.000 per kilogramnya.

"Ya karena hujan terus cabai jadi mahal, padahal sekitar sebulan lalu masih murah harganya. Pernah itu cabai hijau aja harganya cuma Rp 2.500 atau Rp 3.000 per kilogram (kg), sekarang sampai 25 ribu. Cabai rawit yang dulu cuma Rp 10.000-Rp 15.000 sekarang bisa 55 ribu per kilo," tutur seorang pedagang, Ami Lestari (40) ketika ditemui detikcom di Pasar Kutoarjo, Senin (8/1/2018).

Harga cabai di Purworejo naikHarga cabai di Purworejo naik Foto: Rinto Heksantoro/detikcom



Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang cabai lain di Pasar Tradisional Kongsi Purworejo, Isah (45). Kepada detikcom, perempuan yang sudah berjualan selama 15 tahun itu mengaku bahwa kenaikan harga cabai secara signifikan terjadi karena adanya curah hujan tinggi. Bahkan, di pasar tersebut harga cabai rawit bisa menembus 60 ribu rupiah per kilogram.

"Naik semua mas sejak musim hujan ini sampai sekarang belum turun harganya. Sebelumnya yang cabai rawit cuma Rp 10.000 sampai Rp 15.000, sekarang bisa sampai Rp 60.000 Cabai merah keriting dulu Rp 20.000 sekarang Rp 40.000," katanya sembari menyortir cabai yang rusak, Senin (8/1/2018).


Harga cabai di Purworejo naikHarga cabai di Purworejo naik Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Cabai-cabai yang dijual di daerah Purworejo sendiri biasanya berasal dari wilayah Purworejo karena merupakan salah satu Kabupaten penghasil cabai. Namun karena curah hujan tinggi, beberapa kecamatan seperti Grabag, Kemiri, Pituruh tidak mampu menghasilkan cabai dengan maksimal.

Cabai-cabai yang akan dijual pun harus disortir terlebih dahulu untuk memisahkan antara cabai yang bagus dan busuk. Sementara itu salah satu ibu rumah tangga, Mahmudah (40) yang biasanya membeli cabai banyak, kini hanya membeli sedikit lantaran mahal dan cabai yang ia beli sekarang ini hanya akan dibuat sambal.


"Tahu mas kalau memang cabai naik harganya sekarang, makanya saya cuma beli sedikit untuk sambal saja. Biasanya beli 10 ribu dapat banyak, ini cuma dapat segini," kata Mahmudah kepada detikcom, Senin (8/1/2018) sambil memasukkan cabe yang ia beli ke dalam tas kresek.

Jika sebelumnya Purworejo menjadi pemasok cabai ke beberapa kota di luar Purworejo, kini justru para pedagang di Purworejo membeli cabai dari luar seperti dari Magelang dan Wonosobo. Para pedagang berharap agar harga cabai dapat segera turun dan stabil agar pembeli tidak mengeluh. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed