Follow detikFinance
Rabu, 17 Jan 2018 14:27 WIB

Stok di Yogya Cukup, Beras Impor Hanya untuk Darurat

Edzan Raharjo - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Yogyakarta - Diakui harga beras saat ini melonjak dan pemerintah pusat akan impor beras untuk meredam lonjakan harga. Tetapi stok beras di DIY masih cukup untuk beberapa bulan ke depan ditambah sudah mulai panen.

Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, Budi Hanoto mengatakan bahwa stok pangan khususnya beras di DIY masih dalam keadaan cukup untuk 5-6 bulan ke depan. DIY masih menggunakan beras lokal. Untuk menekan lonjakan harga saat ini terus dilakukan operasi pasar beras.

"Impor adalah kebijakan pemerintah pusat. Kalau pun nanti ada alokasi, penggunaan sangat selektif dan dalam situasi emergency saja, karena ada panen raya juga. Emergency saja, stok masih cukup,"kata Budi Hanoto usai rapat koordinasi TPID di komplek kantor Gubernur DIY, Rabu (17/1/2018).


Pihaknya mengakui, produksi memang ada gangguan karena kondisi cuaca yang kurang menguntungkan, ada bencana banjir, longsor beberapa waktu lalu, dan adanya peningkatan permintaan. Tetapi secara umum stok masih aman dan mencukupi. Pedagang atau distributor yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga akan ditindak tegas.

Kepala Bulog Divre DIY Miftahul Ulum mengatakan apabila DIY nanti mendapat alokasi beras import maka akan benar-benar mengatur dan hanya digunakan untuk darurat. Panen saat ini sudah ada di sejumlah lokasi. Panen serentak kemungkinan akan dilaksanakan bulan Februari di Bantul, Sleman, Gunung Kidul dan Kulon Progo.

"Stok di Bulog level cukup untuk bulan ini sampai 4 bulan ke depan masih aman,"kata Miftahul Ulum di kantor Gubernur DIY komplek Kepatihan Yogyakarta.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed