Follow detikFinance
Senin 22 Jan 2018, 16:30 WIB

Beras Impor Didominasi Vietnam, Sisanya dari 3 Negara Ini

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Beras Impor Didominasi Vietnam, Sisanya dari 3 Negara Ini Foto: Alfathir Yulianda
Jakarta - Pemerintah akan mengimpor 500.000 ton beras. Dari total itu, Perum Bulog akan mengimpor 346.000 ton.

Menurut Direktur Pengadaan Bulog, Andrianto Wahyu Adi, mayoritas beras itu dipasok dari Vietnam sebanyak 141.000 ton Rinciannya, rincian dari Vietnam Utara mensuplai 71.000 ton dan Vietnam Selatan 70.000 ton.

Kemudian dari Thailand ada 3 suplier masing-masing 40.000 ton, India 20.000 ton, Pakistan 50.000 ton dan 15.000 ton.


"Pertama kali yang dilakukan pemasok adalah menominasi kapal untuk kami setujui. Baru satu pemasok Vietnam yang menominasi tiga kapal kapasitas 20 ribu ton-an. Mengenai pengiriman tergantung kapasitas muat pelabuhan asal berapa ribu ton sehari sehingga kapal 20.000 ton terisi. Sesudah selesai muat, berangkat ke Indonesia durasi pelayaran 5 sampai dengan 7 hari dari Vietnam atau Thailand," jelas dia kepada detikFinance, Senin (22/1/2018).

Andrianto menjelaskan, dalam pelaksanaannya Bulog akan mengimpor 346.000 ton. Ini karena kesepakatan dengan beberapa eksportir hanya bisa mencapai jumlah tersebut. Adapun pengiriman tahap awal sebanyak 70.000 ton dari Vietnam.

"Habis ini, bid closed. Kami enggak kejar lagi. Proses, bila ada, mulai lagi dari awal dengan penugasan baru," terang Andrianto.


Adapun harga rata rata beras US$ 445/ ton dengan total kontrak 346.000 ton.

"USD445/ton itu sudah CFR. (Danannya) dari fasilitas perbankan Bulog. Bayar sesuai dokumen kapal yang datang," terang Andrianto.


Dia menambahkan, waktu tiba kapal-kapal pengangkut beras itu itu belum dipastikan, yang jelas tenggat waktunya tidak boleh lewat dari 28 Februari 2018.

"Jadi kami belum bisa tahu pasti kapan kapal pertama sampai. Kami hanya bisa membatasi latest shipment date setiap pemasok agar sampai ke Indonesia sebelum 28 Februari. Sehingga pengapalan terakhir sampainya tidak lewat tanggal 28 Februari 2018," jelas Andrianto. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed