Follow detikFinance
Selasa, 23 Jan 2018 11:58 WIB

Soal Harga Jual Beras Impor, Bulog Tunggu Keputusan Pemerintah

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Alfathir Yulianda Foto: Alfathir Yulianda
Jakarta - Pemerintah akan mengimpor beras yang rencananya sebanyak 500.000 ton. Dari total jumlah itu, Bulog akan mengimpor sebanyak 346.000 ton.

Beras-beras itu dipasok dari Vietnam, Thailand, Pakistan dan India. Lantas, berapa harga jual beras impor itu? Direktur Pengadaan Bulog Andrianto Wahyu Adi, mengatakan harga beras impor nanti ditentukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Nah kuncinya ini adalah di keputusan pemerintah. Harga Rp 8000 itu waktu terjadi Operasi Pasar Bulan Desember. Naik jadi maksimal Rp 9.350. Harga jual Operasi Pasar itu nanti diputuskan Kemendag, (mengenai) berapanya" kata Andrianto saat dikonfirmasi detikFinance, Selasa (23/1/2018).


Mengenai harga yang akan ditentukan pihaknya hanya fokus bertugas sebagai operator yang mengelola kebutuhan penyimpanan dan penyaluran.

"Keputusan kapan harus jual dan harga itu di tangan Pemerintah atau Kemendag. Kami adalah operator. HET Rp 9.450, surat Mendag memerintah OP saat ini harga maksimal di level konsumen Rp 9.350," jelas dia.

Mengenai proses distribusi beras impor, Andrianto menjelaskan, beras hanya dikeluarkan ketika keperluan stabilisasi harga yang dilakukan berdasar Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas).


Dari situ, kemudian dirinci dengan surat Penugasan dari Menteri Perdagangan kepada Bulog untuk melakukan Operasi Pasar (OP) mengenai jenis beras, cara pengolahan, cara mendistribusi, langsung dan atau lewat mitra, dan termasuk harga jual kepada mitra dan konsumen akhir.

"Jadi kami adalah pelaksana. Ini ada konsep check and balance. Yang memutus, tidak bisa melaksanakan, yang melaksanakan tidak bisa memutus, jadi sebelum ada rakortas ya kami simpan di gudang kami," kata dia.

Sebagai informasi, beras-beras tersebut dipasok dari Vietnam 141.000 ton. Kemudian, ada tiga suplier dari Thailand masing-masing 40.000 ton, India 20.000 ton, Pakistan 50.000 ton dan 15.000 ton. Untuk pengiriman pertama dari Vietnam akan memasok 70.000 ton yang akan datang di awal Februari.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed