Follow detikFinance
Rabu, 07 Feb 2018 19:00 WIB

Impor Jagung 171.660 Ton, Mendag: Jenisnya Tidak Diproduksi di RI

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengumumkan izin impor 171.660 ton jagung untuk kebutuhan industri. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan yang bakal menyerap jagung ini merupakan industri berorientasi ekspor.

Jika mereka kekurangan bahan baku jagung, khawatirnya justru akan mengganggu ekspor. Sementara pemerintah ingin ekspor meningkat, seperti yang ditargetkan Kemendag tahun ini, sebesar 11%.



"Untuk juga industri yang KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), tujuan ekspor ya, itu otomatis harus saya keluarkan (izin impor jagung untuk industri)," kata Enggar di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan juga menegaskan kalau impor jagung ini untuk mendukung ekspor. Ketika ditanya apakah pemerintah akan menambah jumlah jagung yang diimpor, dia memilih untuk melihat kebutuhan industri berorientasi ekspor terhadap bahan baku tersebut.


"Kalau mereka ekspornya, terus kurang bahan baku gimana? jangan (impor) ya? Hayo kamu yang ngelarang (impor)," ujarnya pada wartawan.

"Selama tugas saya kan meningkatkan ekspor. Kalau bahan baku enggak ada, mau didiemin?," tambahnya.

Kemudian, Enggar juga mengatakan bahwa jagung yang diimpor tidak ditanam di Indonesia. Dengan kata lain tidak akan mengganggu usaha petani jagung.



"Jenis jagungnya berbeda. Saya tidak akan mengeluarkan izin impor jagung yang diproduksi di dalam negeri. Clear itu ya," ujarnya.

"Tidak ada impor jagung pakan yang diproduksi di Indonesia. Tidak ada. Itu dari tahun-tahun lalu, bertahun-tahun, impor jagung untuk kebutuhan industri yang tidak ada diproduksi di Indonesia," jelasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed