Follow detikFinance
Kamis, 08 Feb 2018 08:16 WIB

Serangan Bertubi-tubi ke Susi, dari Nelayan Cantrang Hingga Fadli Zon

Eduardo Simorangkir - detikFinance
1 Politisasi Cantrang
Halaman 2 dari 6
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Polemik cantrang tak kunjung usai sejak aturan pelarangan penggunaan alat tangkap tak ramah lingkungan ini digulirkan sejak tahun 2015. Susi beberapa kali menyinggung, ada politisasi di balik polemik larangan cantrang.

"Politisi silakan bersaing, bermain, mencari simpati daripada publik. Silakan, tapi jangan bermain dengan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk masa depan bangsa ini. Itu pesan saya," kata Susi, (18/1) lalu, sehari setelah dirinya kembali memperpanjang penggunaan alat tangkap tersebut.

Perpanjangan penggunaan cantrang itu sendiri akhirnya disepakati Susi setelah para nelayan menuntut pemerintah membatalkan larangan penggunaan cantrang untuk menangkap ikan di laut Indonesia.

Perwakilan nelayan diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang beberapa hari sebelumnya sudah bertemu secara langsung juga di Tegal. Para perwakilan nelayan berkompromi mengenai perpanjangan izin penggunaan cantrang sebelum peralihan alat tangkap.

Susi sendiri juga pernah berkata, cantrang bukan komoditas yang bisa digunakan sebagai ajang menjatuhkan tokoh politik lain demi kepentingan politik mereka. Untuk itu dia berulang kali kembali menegaskan, jangan bawa politik ke dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Susi akhirnya menyetujui perpanjangan penggunaan alat tangkap cantrang dengan beberapa syarat, di antaranya pembatasan wilayah penangkapan, komitmen peralihan penggunaan alat tangkap dan tak menambah jumlah kapal cantrangnya.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed