Follow detikFinance
Jumat 09 Feb 2018, 15:21 WIB

PPN Tumbuh, Kok Konsumsi Orang RI Melambat? Ini Penjelasan Darmin

Puti Aini Yasmin - detikFinance
PPN Tumbuh, Kok Konsumsi Orang RI Melambat? Ini Penjelasan Darmin Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah membantah adanya perlambatan konsumsi di Indonesia. Pemerintah cukup percaya diri lantaran data penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terus mengalami kenaikan.

Pemerintah berkeyakinan bahwa kenaikan PPN merupakan cerminan konsumsi masyarakat masih tumbuh. Mengingat, PPN merupakan pajak yang timbul dari kegiatan transaksi. Sayangnya, dalil tersebut tak sepenuhnya benar. Buktinya, BPS menyebut bahwa konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan sepanjang 2017.

Kok PPN tumbuh tapi konsumsi melambat?

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution pada dasarnya PPN dan konsumsi masyarakat tidak selalu berkaitan.

Sebab pertumbuhan PPN dipengaruhi oleh berbagai hal seperti transaksi pembelian bahan baku atau barang modal yang dilakukan oleh industri.

Oleh karena itu, menurut Darimin wajar saja bila data PPN tersebut tidak selalu sejalan dengan data konsumsi rumah tangga atau konsumsi masyarakat.

"Ya PPN itu kan bukan hanya untuk konsumsi. Tapi PPN itu bisa untuk bahan baku kadang modal itu tidak harus sejalan sepenuhnya karena ada kelompok lain," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Seperti diketahui realisasi Pajak Pertambahan nilai (PPN) sepanjang 2017 mencapai Rp 478,4 triliun atau 100,6% dari target Rp 475,5 triliun.

Sedangkan, data konsumsi rumah tangga sepanjang 2017 tercatat mengalami perlambatan di level 4,95% dibandingkan di tahun 2016 berada di level 5,01%. (dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed