Follow detikFinance
Minggu, 11 Feb 2018 15:57 WIB

Kasihan Pedagang: Pasokan Beras Lokal Kurang, Impor Belum Masuk

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Pedagang beras di pasar induk Cipinang tengah dihadapkan pada masa sulit. Di satu sisi pasokan beras dari dalam negeri mulai menipis lantaran belum datangnya musim panen. Di sisi lain, impor beras yang seharusnya bisa menutup kekurangan pasokan beras ternyata belum juga datang.

"Memang sudah ada beras Bulog tapi bukan yang impor. Itu belum masuk," kata salah satu pedagang beras, Uwi kepada detikFinance, di Pasar Induk Cipinang, Minggu (11/2/2018).

Akibatnya, harga beras di pasar mengalami kenaikan. Dia menjelaskan, untuk beras kualitas medium naik dari Rp 9.500 per kg menjadi Rp 11.500 per kg. Sementara untuk beras pandan wangi naik dari Rp 13.000 per kg menjadi Rp 16.00 per kg.

Menurut Uwi kenaikan harga memang terjadi lantaran langkanya pasokan beras. Sebab 1 atau 2 bulan jelang masa panen memang biasanya terjadi paceklik.

Uwi mengaku biasanya stok dagangan di tokonya bisa mencapai 50 ton. Namun pada periode Januari hingga saat ini rata-rata stoknya hanya 20 ton.

Meski begitu, pedagang ini mengaku belum tentu mengambil beras tersebut. Sebab biasanya beras operasi pasar Bulog kualitasnya rendah.

"Ini kan harus pengajuan, tapi biasanya saya enggak nebus. Konsumennya sedikit. Langganan saya jarang yang mau. Saya si beras yang penting aja dulu," imbuhnya.

Meski begitu, dirinya berharap agar beras impor tersebut bisa cepat disalurkan ke pasar. Sebab masuknya beras Bulog menjadi satu-satunya jalan untuk menekan harga saat ini.

"Seperti tahun lalu, pemerintah langsung guyur terus sampau pedagang disini muntah, pasokan melimpah. Enggak ada tuh yang naik terus," tutupnya.

Sebelumnya dikabarkan, pengiriman pertama beras impor dari Vietnam akan sampai pada hari ini atau 11 Februari sebanyak 10 ribu ton.

Lalu pengiriman berikutnya akan terus berjalan sesuai jadwal, yakni tanggal 12, 14, 15, 17 dan 22 Februari. Sehingga total beras yang diimpor sampai 281.000 ton. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed