Follow detikFinance
Rabu, 21 Feb 2018 19:20 WIB

Saat Rini Minta Maaf ke Sri Mulyani Karena Pakai Sepatu Santai

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melontarkan kata maaf kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada saat acara pengintegrasian data antara Ditjen Pajak dan PT Pertamina (Persero), Rabu (21/2/2018).

Pada acara yang dimulai pada pukul 13.00 WIB tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan sambutan terkait dengan acara pengintegrasian data antara Ditjen Pajak dengan Pertamina. Namun, sebelum membahas topik acara, dirinya melayangkan kata maaf.

Kata maaf yang keluar dari mulut Rini Soemarno lantaran tidak menggunakan sepatu pantofel laiknya seorang pejabat negara. Rini justru mengenakan sepatu kasual.

Sepatu Santai Rini SoemarnoSepatu Santai Rini Soemarno Foto: Hendra Kusuma


Pantauan detikFinance, Rini mengenakan sepatu santai bekelir putih dengan garis berwana hitam.

"Pertama, saya mohon maaf dengan Ibu Menteri, bukannya saya tidak menghormati karena saya pakai sepatu (kasual), biasanya saya terus ke lapangan," kata Rini.

Usai mengucapkan kata maaf, Rini langsung melanjutkan sambutannya terkait dengan pengintegrasian data antara Ditjen Pajak dengan PT Pertamina. Dia bilang, sampai akhir tahun akan ada 30 BUMN yang terintegrasi.

Proses sambutan dilanjutkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mewakili Ditjen Pajak dalam acara tersebut. Dia mengaku tak keberatan dengan sepatu santai yang dikenakan oleh orang nomor satu di Kementerian BUMN itu.

"Ibu Rini nggak perlu minta maaf karena pakai sepatu jalan, karena tugas Ibu memang jalan kemana-mana dengan BUMN," kata Sri Mulyani.

Diketahui, dengan integrasi data perpajakan ini, maka Ditjen Pajak melalui Kanwil Wajib Pajak Besar bisa mengakses data dalam sistem informasi perusahaan termasuk data pembelian dan penjualan, pembayaran gaji, dan transaksi dengan pihak ketiga dan lainnya. Serta, otomasi pelaksanaan kewajiban perpajakan melalui fasilitas elektronik seperti e-faktur (faktur pajak), e-butotput (bukti potong/pungut), e-billing (pembayaran), dan e-filing (pelaporan SPT).

Setelah Pertamina, beberapa BUMN lain akan menyusul seperti PT PLN (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero), PT PGN (Persero), PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank BNI (Persero), PT Bank BRI (Persero), dan PT Bank BTN (Persero). (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed