Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 26 Feb 2018 10:58 WIB

Harga Daging Ayam Mulai Turun dari Rp 36.000 Jadi Rp 33.000/Ekor

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Harga ayam potong di Pasar Rawasari Jakarta Timur saat ini mengalami penurunan dari Rp 36 ribu/ekor menjadi Rp 33 ribu/ekor untuk bobot ayam 1,3 kg. Sementara untuk jenis ayam potong lainnya yaitu dengan berat 9 ons sampai 1 kg dijual Rp 25 ribu dari harga pada Januari lalu yaitu pada moment tahun baru Rp 30 ribu.

Harga tersebut sudah sesuai dengan acuan harga Kementerian Perdagangan, pada Februari ini harga standar daging ayam yaitu sekitar Rp 33 ribu/kg.

Menurut salah satu pedagang Daging Ayam, Sri Wahyuni, harga ayam mulai turun sejak imlek seminggu lalu.

"Mahal itu pas Tahun Baru 2018, per ekor yang 1,3-1,5 kg harganya bisa Rp 37 ribu. Terakhir pas imlek itu harganya (untuk jenis yang sama) Rp 37 ribu. Sekarang Rp 33 ribu/ekor yang 1,3 kg lagi murah, mungkin karena lagi sepi saja nggak musim hajat," katanya kepada detikFinance, Senin (26/2/2018).

Untuk jenis ayam yang per ekornya 2 kilogram saat ini dijual dengan harga Rp 50 ribu dari Januari lalu yang mencapai harga Rp 60.000.

Sri menerangkan, berbeda dengan dua bulan lalu saat mempersiapkan stok perayaan tahun baru yaitu mencapai 1.000 ekor/hari. Sri Wahyuni hari ini hanya membawa 700 ayam hidup untuk dipotong dan dijual.

Sri yang mengambil stok ayam dari kawasan Cempaka Putih mengaku harga dari agennya saat ini tengah turun. Hal tersebut membuatnya menjual daging ayam potong ke konsumen menjadi lebih murah.

"Stoknya per hari 100 ya kalau yang 1,3 kilo, kalau yang 1 ekor 2 kg itu 150 ekor kalau yang kecil sekitar 1 kg bawa stok lebih banyak yaitu sekitar 450 ekor," ujarnya.

Hal serupa juga dikemukakan salah satu Pedagang Daging Ayam Wawan, dirinya menjelaskan, harga ayam saat ini murah jika dibangdingkan seminggu lalu saat perayaan imlek.

"Kalau sekarang yang seekornya 2 kg harganya Rp 50, harganya standar lagi murah. Kalau dua minggu lalu sama tahun baru kemarin nyame itu harga 60.000, setelah dua sampai 3 hari baru turun lagi sampai sekarang" ujarnya.

Dirinya mengaku, mengambil stok ayam hidup dari kawasan Pulo Gadung. Per harinya Wawan mengambil sekitar 450 stok ayam untuk dijual di Pasar Rawasari.

"Untuk yang 1,3 kg per ekor itu Rp 34 ribu, waktu imlek Rp 38 ribu. Yang 1 kiloan harganya Rp25 standar. Dari imlek Rp 27 ribu. Kalau yang per ekornya 2 kilo sekarang dijuak Rp 50 ribu yang seminggu lalu Rp 60 ribu," paparnya.

Sebagai Informasi, kenaikan harga daging ayam sempat menjadi penyumbang inflasi Januari 2018 yang tercatat sebesar 0,62%.

Terjadinya inflasi pada Januari 2018 tersebut disebabkan karena andil makanan yang bersumber dari harga beras, harga daging ayam, hingga harga ikan segar.

Untuk per kelompok pengeluaran, inflasi untuk bahan makanan pada Januari 2018 adalah 2,34%, andilnya paling besar yaitu 0,48%. Yang memberikan andil sumbangan inflasi yaitu harga beras. Kemudian disusul oleh daging ayam ras 0,07%, ikan segar 0,05%, cabai rawit 0,04%, dan cabai merah 0,03%, dan beberapa sayuran 0,01%. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed