Follow detikFinance
Senin, 05 Mar 2018 22:58 WIB

Beras Impor 20.000 Ton Belum Masuk, Bulog: Stok Nggak Masalah

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Ardian Fanani Foto: Ardian Fanani
Jakarta - Bulog mendapat tugas dari pemerintah mengimpor beras untuk mengamankan stok di gudang-gudang milik BUMN itu. Target Bulog 281.000 ton beras masuk hingga akhir Februari atau awal Maret 2018, namun yang sudah masuk 261.000 ton dari Thailand dan Vietnam.

Sementara 20.000 ton sisanya yang akan dipasok dari India belum datang. Lantas, amankah stok Bulog dengan kondisi kurang 20.000 ton beras impor?


"Nggak masalah lah, benar," ujar Dirut Bulog, Djarot Kusumayakti, usai rapat dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, Senin malam (4/3/2018).

Djarot menjelaskan, pengiriman beras dari India masih dalam proses, namun dia enggan merinci proses tersebut.

Yang jelas, kata Djarot, targetnya saat ini adalah menurunkan harga beras.

"Target saya hari ini bagaimana harga (beras) turun menjadi normal," katanya


Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi menambahkan tidak ada masalah beras India belum masuk ke Indonesia. Alasannya karena belum ada pembayaran ke pihak eksportir.

"Belum ada pembayaran ya nggak terlalu masalah juga. Belum ada notifikasi barang datang, ya seperti order tidak terpenuhi saja," imbuhnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed