Follow detikFinance
Rabu, 07 Mar 2018 15:49 WIB

Curhat Pedagang GPS: Dulu Bisa Jual 2.000, Sekarang 200 Saja Susah

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Direktur GPS Superspring Arianto Furiady menjelaskan, bisnis GPS navigasi atau penunjuk jalan memang sempat moncer di tahun 2008. Sampai sampai setiap bulan pihaknya bisa menjual 2 ribu unit GPS navigasi.

"Yang populer itu GPS navigasi dari tahun 2008. Setelah itu kan keluar google map 2012 orang mulai beralih ke smartphone," kata dia kepada detikFinance, di kantor GPS Superspring, Mangga Dua Square, Rabu (7/3/2018).

Dari tahun ke tahun penjualan GPS navigasi kata Ari terus menurun, penurunannya bahkan bisa sampai 90%.

"Dulu biasa jual 2.000 sekarang 1 bulan 200 aja nggak ada. Itu pun sudah melalui pemasaran online dan offline. Untuk jenis unit yang harganya Rp 800 ribu. Dan kebanyakan belinya online. Saya rasa konsumen yang beli 45 tahun ke atas kalau yang 20 tahun 30 tahun. Mereka lebih ke smartphone," ujar dia.


Ari mengakui beberapa tahun lalu sempat ada beberapa toko lain yang menjual GPS navigasi sampai track. Namun hanya dirinya yang bertahan dan tetap menyediakan GPS navigasi.

"Dulu toko yang jual ada tapi nggak banyak cuma mereka tutup karena sepi. Kalau informasi kan lebih banyak yang pakai smartphone," jelas dia.


Dirinya mengaku bisnisnya dari tahun ke tahun saat ini mengandalkan penjualan GPS tracker yang setiap tahun permintaannya meningkat.

"Kita sediakan GPS navigasi juga karena masih ada yang pesan meskipun sedikit. Kalau yang tracker, dulu paling nggak populer, pemakainya jarang dan mahal sekitar Rp 4 sampai Rp 5 juta yang pakai pun orang yang benar-benar butuh pengamanan. Tapi perkembangannya tracker bagus, bulan ini juga kita berhasil jual sekitar 1.600 - 2.000 dengan rata rata harga sekitar Rp 1,3 juta," papar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed