Follow detikFinance
Kamis, 08 Mar 2018 23:15 WIB

Satgas Pangan Temukan Beras Oplosan Dijual Rp 25.300/Kg

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Dwi Andayani/detikcom Foto: Dwi Andayani/detikcom
Jakarta - Satgas Pangan Polri terus mengawasi perkembangan harga beras di lapangan yang kini lagi tinggi. Contohnya Satgas menemukan beras dijual Rp 126.500 per 5 kilogram (kg) atau Rp 25.300 per kg.

Satgas menilai beras itu terlalu tinggi harganya, apalagi jika dibandingkan dengan harga eceran tertinggi (HET) beras premium yang hanya Rp 12.800/kg. Ketua Satgas Pangan Polri, Irjen (Pol) Setyo Wasisto, menjelaskan beras tersebut dibawa ke laboratorium dan setelah diteliti hasilnya beras itu campuran jenis medium dan premium.


"Langkah satgas pangan mulai dari kualitas. Jadi ada contohnya merek beras dijual di ritel modern dijual Rp 25.300/kg artinya per 5kg Rp 126.500 padahal kualitas paling tinggi premium Rp 12.800/kg. Akhirnya dibeli dan dibawa ke laboratorium ternyata kualitasnya medium dan premium," kata Setyo di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Selanjutnya produsen beras dipanggil dan dimintai keterangan. Hasilnya, produsen tersebut menurunkan harga menjadi Rp 64.000 per 5 kg.

"Sehingga kita undang yang bersangkutan dan menunjukkan yang menyatakan bahwa ini bukan beras khusus tapi beras medium dan premium. Maka dia membuat pernyataan dan akan berubah maka berikan label premium dan harga diturunkan 5 kg jadi Rp 64.000," terangnya.


Dengan langkah tersebut ia berharap harga pangan di bulan puasa di tahun ini dapat terjaga stabil. Untuk itu ia tidak lupa untuk mengatakan kepada berbagai pihak agar mau bekerja sama

"Bahwa keberhasilan tahun lalu menjaga harga pangan menurut saya karena semua pemangku kepentingan mau dan mampu mengesampingkan ego sektoral itu menurut pendapat saya," tutur Setyo.


Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mande mengatakan pihaknya akan ikut bekerja sama dengan satgas pangan.

"Aprindo akan kerja sama dengan satgas pangan seperti kejadian yang isinya bukan beras khusus. Jadi anggota kami akan kerja sama untuk melaporkan," tutupnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed