Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Mar 2018 10:32 WIB

Urus Izin Investasi Langsung Konstruksi Diperluas Jadi 15 Kawasan

- detikFinance
Peresmian perluasan KLIK di 15 Kawasan Industri oleh Kepala BKPM dan Menteri Perindustrian. Foto: Ristu Hanafi Peresmian perluasan KLIK di 15 Kawasan Industri oleh Kepala BKPM dan Menteri Perindustrian. Foto: Ristu Hanafi
Sleman - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperluas implementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) demi percepatan pelaksanaan berusaha di Indonesia. Perluasan KLIK ini diberlakukan di 15 kawasan industri.

"Penambahan 15 kawasan industri sebagai bagian dari KLIK menambah daftar kawasan industri yang dapat dimanfaatkan oleh investor yang ingin melakukan percepatan konstruksi investasinya," kata Kepala BKPM, Thomas Lembong, di sela peresmian KLIK di 15 Kawasan Industri, di The Alana Yogyakarta Hotel, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Senin (12/3/2018).


Thomas menjelaskan, tambahan 15 kawasan industri sebagai lokasi implementasi KLIK dengan total lahan industri tersedia seluas 1.459,85 ha yang berlokasi di 8 provinsi dan 12 kabupaten/kota, dimana terdapat tambahan 2 provinsi dan 8 kabupaten/kota.

Perluasan kawasan industri yang menjadi bagian dari KLIK ditetapkan melalui Keputusan Kepala BKPM nomor 41 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua SK Kepala BKPM nomor 24 Tahun 2016 tentang Penetapan Kawasan Industri Tertentu untuk KLIK.

"Total hingga saat ini menjadi 47 kawasan industri lokasi implementasi KLIK dengan total lahan tersedia seluas 14.996,85 ha," jelasnya.


Kawasan indutri tersebut berlokasi di 12 provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Serta 28 kabupaten/kota yakni Kendal, Kota Semarang, Demak, Gresik, Tuban, Sidoarjo, Bantaeng, Kota Makassar, Tangerang, Serang, Kota Cilegon, Bekasi, Purwakarta, Jakarta, Sumedang, Karawang, Bogor, Deli Serdang, Kota Batam, Bintan, Kota Dumai, Siak, Kota Balikpapan, Padang Pariaman, dan Bantul.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto yang turut hadir dalam acara peresmian ini mengatakan bahwa perkembangan sektor industri yang semakin stratategis dengan tantangan industri modern 4.0 membutuhkan langkah aktif dari pemerintah untuk menyediakan lokasi bagi industri-industri yang berorientasi ekspor, high tech, dan lifestyle.

"Perlu perluasan kawasan KLIK di seluruh kawasan-kawasan industri yang sudah dibangun di daerah-daerah terutama di luar Pulau Jawa agar tercapai pemerataan di seluruh Indonesia," ujarnya.


Untuk diketahui, kebijakan KLIK merupakan tindak lanjut dari Paket Kebijakan Jilid II yang diluncurkan pada 22 Februari 2016. KLIK merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah kepada investor setelah memperoleh Pendaftaran Penanaman Modal beserta 7 paket izin dan pemenuhan persyaratan yang diterbitkan oleh PTSP pusat/daerah, dapat langsung melakukan konstruksi.

Seluruh perizinan pelaksanaan dapat diproses secara paralel dengan kegiatan konstruksi dan wajib dipenuhi sebelum perusahaan siap produksi komersial. Selama 2 tahun program KLIK berjalan, fasilitas ini telah dimanfaatkan oleh 115 proyek/perusahaan dengan nilai investasi sebesar Rp 130,62 triliun dengan memanfaatkan lahan seluas 1.322,96 ha. (Ristu Hanafi/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed