Dua Bulan Pertama 2018, Impor Indonesia Naik Jadi US$ 29.52 M

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 15 Mar 2018 15:36 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nilai impor Indonesia secara kumulatif Januari-Februari 2018 tercatat US$ 29,52 miliar atau naik 26,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 23,32 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, peningkatan terjadi pada impor migas sebesar US$ 218,6 juta atau 5,08% dan non migas US$ 5,98 miliar atau 31,44%.

"Peningkatan impor migas disebabkan oleh naiknya impor minyak mentah sebesar US$ 505,1 juta atau 50,45%, meskipun hasil minyak dan gas turun masing-masing US$ 267,2 juta atau 9,42%," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (15/3/2018).


Dia menjelaskan Indonesia memang paling banyak mengimpor bahan baku atau bahan penolong dengan persentase 74%, kemudian diikuti barang modal 15,85% dan terakhir barang konsumsi 9,72%.

Suhariyanto menjelaskan, untuk barang konsumsi seperti impor beras tahun ini sebanyak 500.000 ton yang berasal dari Vietnam dan Thailand menjadi salah satu penyebab meningkatnya impor Indonesia.


Setelah itu jeruk mandarin dan jeruk Kino dari Pakistan. "Sejumlah barang konsumsi itu menyebabkan kenaikan impor Indonesia," imbuh dia.

Selain itu, impor yang mengalami peningkatan adalah serealia yang meningkat US$ 62,7 juta, kapal laut dan bangunan terapung. Bahan bakar mineral, biji, kerak dan abu logam kemudian gula dan kembang gula.

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)