Follow detikFinance
Jumat, 16 Mar 2018 21:31 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp 4.000 T, Darmin: Hasilnya Juga Banyak

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta masyarakat untuk tak menghkawatirkan jumlah utang pemerintah yang sudah tembus Rp 4.000 triliun. Utang yang dimaksud itu adalah utang pemerintah di luar swasta.

Per Februari 2018, utang pemerintah tercatat sebesar Rp 4.034,8 triliun atau tumbuh 13,46% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2017. Dengan angka sebesar itu rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 29,24%.

Darmin mengatakan, seluruh utang pemerintah digunakan untuk kegiatan-kegiatan produktif, dan tidak ada yang digunakan untuk sektor konsumtif.

"Utang pemerintah itu kamu jangan sebut-sebut angkanya, hasilnya juga banyak utang itu, produktif, nggak ada yg konsumtif," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/3/2018).



Utang pemerintah yang tembus Rp 4.034,8 triliun itu salah satunya untuk menangani isu-isu pembangungan yang terkait dengan bidang struktural dan sektoral. Seperti bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan infrastruktur.

Utang ini berasal dari pinjaman luar negeri yang berasal dari kreditur multilateral. Biasanya pinjaman multilateral ini biayanya relatif lebih murah dibandingkan dengan pinjaman komersial. Selain itu, pinjaman ini juga memiliki lebih banyak keuntungan seperti adanya alih teknologi serta sharing knowledge dan expertises.

Sedangkan utang yang berasal dari SBN, dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan, mengembangkan pasar keuangan melalui pendalaman pasar modal di Indonesia.



Berbagai literatur dan kajian menyebutkan bahwa pasar keuangan yang berkembang pesat di suatu negara akan sangat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian negara tersebut, melalui kontribusinya terhadap komponen-komponen pembentuk PDB.

Pengembangkan pasar keuangan secara inklusif melalui penjualan SBN ritel ke masyarakat, selain untuk mengajak masyarakat agar sadar berinvestasi juga untuk mendukung proyek pembangunan nasional secara langsung.

Oleh karena itu, Darmin mengungkapkan bahwa utang pemerintah belum terlihat mengkhawatirkan meskipun angkanya sudah tembus Rp 4.034,8 triliun.

"Kita nggak lihat (kekhawatiran), karena dalam membayar utang kita nggak ada kesulitannya berapa sih utang itu kalau dibanding GDP kita tahu angkanya 29%(ratio debt to ratio). Kemudian dibanding ekspor kita itu, debt to ratio itu ekspor kita cukup besar nggak? Hasil devisa maksudnya, devisa cukup besar untuk bayar itu. Sehingga jangan terpengaruh angka yang begitu besar itu triliunan," tutup dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed