Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 14 Apr 2018 16:28 WIB

CT Paparkan Visi Indonesia Negara Maju di 2030

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dok. Iluni UI Foto: Dok. Iluni UI
Jakarta - Dalam acara UI Meet Up & Leaders Talk, Founder and Chairman CT Corp Chairul Tanjung berbagi pandangannya tentang Indonesia negara maju di 2030. Pria yang akrab disapa CT ini membentuk Yayasan Indonesia Forum, yang melibatkan para pakar.

"Kita katakan bahwa Indonesia butuh sebuah visi yang bulet, masif, visioner, yang memberikan harapan besar. Dulu itu Visi 2030 sejak dibuat 2004. Selesainya 2007, dan dilaunching di Istana pada saat Presiden SBY," kata CT di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Dari hasil kajian, CT mengatakan Indonesia pada 2030 akan menjadi negara maju dengan sejumlah keunggulan. Seperti lima besar negara dengan kekuatan dan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita US$ 18.000.


Kualitas hidup modern dan merata, negara memanfaatkan kekayaan alam berkelanjutan, menjadi 10 besar negara tujuan wisata, dan ada 30 perusahaan Indonesia masuk Fortune 500.

"Visi ini isinya mengatakan bahwa Indonesia Tahun 2030 akan menjadi negara yang maju," tegas CT.

menurut CT visi tersebut memang diperlukan agar Indonesia tetap dipercaya sebagai negara dengan perekonomian yang baik

"Situasinya belum memberikan harapan besar. Tidak ada yang percaya Indonesia punya future, Indonesia dipercayai akan terpecah, masa depan RI gelap. Visi ini mencoba membangun kembali harapan RI bahwa kita punya masa depan," jelas CT

"Tetapi kita tidak bisa tidur bangun 2030 sudah jadi negara maju, kita harus banyak lakukan hal," kata CT mengingatkan.


Seiring waktu berjalannya waktu, pada akhirnya nanti kajian visi Indonesia maju di 2030 mulai terjawab dan benar adanya. Salah satunya dari angka perekonomian nasional.

"Kita sebenarnya sudah on the track, kalau lihat track-nya visi 2030, Kita sampai 2014 we still on the track, memang sekarang sedikit tertinggal, we have to do something kalau tidak gap-nya makin besar dan makin tertinggal," tutup dia (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed