Follow detikFinance
Senin, 16 Apr 2018 19:28 WIB

Jokowi Kini Punya 222 Proyek Strategis Senilai Rp 4.100 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pemerintah menetapkan daftar proyek strategis nasional (PSN) yang bakal direalisasikan menjadi sebanyak 222 ditambah 3 program. Hal itu menjadi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat rapat terbatas (ratas) mengenai evaluasi PSN.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, total 222 PSN dan 3 program tambahan merupakan hasil evaluasi dari daftar proyek di 2016 dan 2017.

Dia menjelaskan, saat diterbitkan Perpres Nomor 3 Tahun 2016 terdapat 225 proyek dan 1 program. Setelah dievaluasi maka terdapat 15 proyek yang dikeluarkan, namun pada saat bersamaan terdapat 55 proyek usulan baru ditambah 1 program, totalnya menjadi 265 PSN.

Namun, pada saat evaluasi 2017, terdapat 20 proyek yang sudah selesai, sehingga jumlahnya menjadi 245 ditambah 2 program yang tertuang dalam Perpres 58 Tahun 2017.

"Presentase 245 proyeknya ditambah 2 program ya itu sebenarnya setelah selesai 20, didrop 15, masuk usulan baru 55 proyek ditambah 1 program," kata Darmin di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4/2018).



Pada evaluasi di awal 2018, Darmin menyebutkan pemerintah menetapkan daftar PSN menjadi 222 proyek plus 3 program. Rinciannya, dari 245 proyek yang sudah selesai sebanyak 10 proyek, lalu 14 proyek dikeluarkan dari daftar sehingga totalnya menjadi 221 proyek ditambah satu proyek baru.

Darmin menuturkan, pada saat evaluasi kembali banyak yang mengusulkan proyek baru. Namun, yang diterima hanya satu PSN yaitu pembangunan universitas islam internasional Indonesia, dan satu program pemerataan ekonomi yang di dalamnya mengenai sertifikasi lahan, perhutanan sosial, dan reforma agraria, dan peremajaan perkebunan.

Tambahan tersebut membuat jumlah PSN menjadi 222 proyek dan 3 program yaitu ketenagalistrikan dengan kapasitas 35.000 MW, pengembangan industri pesawat, dan pemerataan ekonomi.

Sebanyak 222 PSN dan 3 program tambahan ini ditetapkan paling lambat dimulai pembangunan fisik pada kuartal III-2019. Namun, proyek yang dikeluarkan dari daftar PSN masih bisa diusulkan kembali pada tahun depan.

"Kalau di drop itu tidak berarti seumur-umur dia didrop. Kalau nanti dia dipersiapkan lagi dimajukan, itu boleh saja ya. Kalau nanti di Kementerian nya atau daerahnya mempersiapkan kembali dan sudah lebih siap, Maka mereka bisa diajukan kembali," jelas dia.



Berikut rincian dari total 222 PSN dan 3 program tambahan, antara lain 69 merupakan proyek jalan, 51 proyek bendungan, sebanyak 29 proyek kawasan seperti KEK, dan industri pariwisata strategis, proyek kereta api sebanyak 16, proyek energi sebanyak 11, proyek pelabuhan sebanyak 10, proyek air bersih dan sanitasi sebanyak 8, proyek bandara 6 proyek, proyek irigasi sebanyak 6.

Selanjutnya 6 proyek smelter, 4 proyek teknologi, 3 proyek perumahan, 1 proyek pertanian kelautan, 1 proyek tanggul laut, 1 proyek pendidikan, 1 program pesawat terbang, 1 program pemerataan ekonomi, dan 1 program ketenagalistrikan.

"Estimasi nilai investasinya lebih dari Rp 4.100 triliun. Itu dia rasanya jadi saya udah sampaikan lengkap, sampai dengan proyeknya apa saja," tutup dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed