Dominasi Laptop China di Neraca Dagang RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 17 Apr 2018 08:35 WIB
Dominasi Laptop China di Neraca Dagang RI
Foto: Wisma Putra

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan ekspor non migas masih mendominasi total nilai ekspor, yaitu sebesar US$ 14,24 miliar atau setara 91%. Sementara sisanya adalah ekspor migas.

Ekspor migas ini turun 3,81% karena ada penurunan nilai ekspor gas. Padahal ekspor hasil minyak dan minyak mentah tercatat naik.

"Untuk industri olahan dengan share 71,75% naik 9,17%, yang signifikan naik antara lain ekspor besi baja, tembaga, pakaian jadi, konveksi tekstil, pulp," katanya di kantornya, Jakarta Pusat.

Ekspor pertanian naik 20,01%. Sayangnya share-nya masih sangat kecil, hanya 1,81%, jadi tidak memberi pengaruh yang signifikan ke total ekspor.

Ekspor pertambangan juga tercatat naik. Pertambangan ini punya pangsa 17,85% dari total nilai ekspor. Komoditasnya antara lain batu bara naik 24%, biji tembaga 36%.

Secara kumulatif, total ekspor Indonesia sebesar US$ 44,27 miliar atau naik 8,78% dibanding periode yang sama 2017. Ekspor non migas US$ 40,21 naik 9,53% dibanding periode yang sama di 2017.

"Menurut sektor 3 bulan pertama, hasil produk industri pengolahan 4,6% naik. Yang signifikan tambang dengan 41,48% karena komoditas utama batu bara. Sementara Januari-Maret ekspor pertanian turun 9,32% karena sharenya kecil dampaknya tidak signifikan," katanya.

Pangsa ekspor Indonesia yang utama adalah China (15,77%), kemudian Amerika Serikat (11,00%) dan Jepang (10,15%). Perkembangan 3 negara ini sebesar 36,92% dari total ekspor.