Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Apr 2018 19:26 WIB

Menciptakan Pengusaha Baru Lewat Pelatihan Ternak Puyuh

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Foto: Dok. Istimewa Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) dengan Perum Jamkrindo melakukan kegiatan pelatihan berternak burung puyuh untuk masyarakat umum atau pelaku peternakan puyuh di seluruh Indonesia.

Pelatihan ini diharapkan bisa mencetak pengusaha-pengusaha baru di bidang agribisnis peternakan khususnya puyuh untuk memajukan dunia wirausaha di Indonesia terutama untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Kegiatan pelatihan ini dimulai tgl 20-22 April 2018 di Pondok Wirausaha Dewin Assalam Jl. Pelabuhan ll KM. 20 Desa Cikembar, Kec. Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat. Peserta pelatihan sebanyak 30 orang yang berasal dari Perum Jamkrindo, HIPKA, MAPORINA, FORHATI, PB HMI dan OK OC.

Narasumber pelatihan menghadirkan Dr. Slamet Wuryadi, SP., MP. Pemilik CV, pemilik Slamer QUAIL FARM yang juga Ketua Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia dan Pengarang Buku Sukses Beternak Puyuh. Dan juga dihadiri sejumlah pejabat perwakilan dari Perum Jamkrindo.

Wakil Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Subandriyo mengatakan pelatihan beternak burung puyuh ini adalah salah satu kegiatan HIPKA yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan target untuk melahirkan pengusaha-pengusaha UMKM baru di bidang pangan, untuk ikut mensukseskan program pemerintah membuka lapangan kerja baru.

"Ke depan HIPKA merencanakan penyelenggaraan pelatihan untuk usaha-usaha yang hasil produksinya dapat langsung diserap pasar sebagaimana pelatihan ternak burung ini. Saat ini yang sudah teridentifikasi pelatihan yang akan digarap HIPKA antara lain : pelatihan berternak sidat dan berkebun buah naga untuk pasar eksport dan pelatihan barista ( meracik kopi ) untuk mengantisipasi berkembangnya pasar dengang menjamurnya cafe-cafe di perkotaan," ujar Subandriyo, dalam keterangan tertulis, Senin (23/4/2018).

Sementara itu Ketua Panitia Laca Muhammad mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dukungan dari Perum Jamkrindo sebagai perusahaan penjaminan UMKM untuk memberdayakan masyarakat dan mendorong UMKM untuk tumbuh dan berkembang khususnya di sektor perternakan burung puyuh.

"Potensi usaha telur burung puyuh sangat besar, untuk permintaan pasar masih sangat tinggi sekali dan baru terpenuhi sebagian kecil saja, untuk wilayah Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) permintaan telur puyuh mencapai 11 juta butir per minggu dan baru bisa terpenuhi 3.6 juta butir telur," kata Laca.

Tujuan dari pelatihan adalah menjalin dan mempererat tali silaturrahim dengan pelaku peternak puyuh di seluruh Indonesia, memberikan informasi peluang usaha budidaya puyuh bagi calon purnabakti, calon wirausaha muda dan mahasiswa, saling bekerjasama sehingga dapat mewujudkan pelaku bisnis yang sehat, unggul, mandiri dan bermartabat.

Perum Jamkrindo tetap berpedoman pada visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan penjaminan terdepan yang mendukung perkembangan perekonomian nasional. Sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat mandat dari pemerintah untuk membidangi usaha penjaminan.

Melalui mottonya "Lets Change & Grow" Perum Jamkrindo akan terus tumbuh. Saat ini Perum Jamkrindo semakin tumbuh dan berkembang menjadi lokomotif industri penjaminan di Indonesia dan memiliki jaringan kerja yang luas dengan 9 kantor wilayah dan 1 kantor Cabang Khusus, 56 kantor cabang, dan 16 kantor unit pelayanan (KUP), Perum Jamkrindo menunjukkan komitmen yang kuat untuk membantu UMKMK di seluruh pelosok Indonesia untuk melakukan penjaminan atas risiko kegagalan finansial para pengusaha UMKMK.

Beberapa produk penjaminan kredit Perum Jamkrindo antara lain Penjaminan Kredit Usaha Rakyat, Penjaminan Kredit Mikro, Penjaminan Kredit Umum, Penjaminan Kredit Multiguna, Penjaminan Kredit Distribusi Barang, Penjaminan KPR (FLPP), Penjaminan Kredit kendaraan Bermotor, Penjaminan Surety Bond, Penjaminan Custom Bond, Penjaminan Bank Garansi/Kontra Garansi, Penjaminan Supply Chain Financing dan Penjaminan Fintech Lending. Perum Jamkrindo menjadi satu-satunya Perusahaan Penjaminan pertama dan terbesar.

Disamping itu Perum Jamkrindo mendapat amanat oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor I tahun 2016 sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang

"Nanti 2019 kami lakukan ini. Kami yakin bisa mengurangi utang Indonesia lebih dari US$ 10 miliar," tutupnya. (hns/fiq)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com