Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 12 Mei 2018 09:00 WIB

Rp 855 Miliar, Anggaran Pertemuan IMF-World Bank di Bali

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
4 Perputaran Uang di Pertemuan IMF-World Bank
Halaman 5 dari 5
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra

Ketua Pelaksana Harian Panitia Nasional Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Susiwijono memperkirakan dalam gelaran tersebut bisa menghasilkan perputaran uang hingga ratusan juta dolar. Hal itu melihat dari jumlah peserta hadir yang diperkirakan lebih dari 20 ribu orang.

"Jumlah diperkirakan meningkat lebih dari 20 ribu, perkiraan awal 15 ribu berdasarkan annual meeting di Peru. Kami hitung lagi dari hitungan 15 ribu pasti mereka juga bawa pasangan dan keluarga jadi bisa 20 ribu plus-plus," kata Susiwijono di Kemenko Kemaritiman, Jumat (11/5/2018).

Dia mengatakan bahwa tamu-tamu yang akan datang tersebut berasal dari kalangan atas. Maka, dampak langsung juga akan terasa saat event tersebut, dimana peserta kalangan atas tersebut bakal memilih layanan atau fasilitas kelas atas.

"Kalau sekadar hitung direct impact, hitung saja. 20 ribu (peserta) x 10 hari, event tanggal 8-14. Kalau 3 hari sebelum dan 2 hari sudah. 20 ribu x 10 hari = 200 ribu. Roomnya (kamar) pasti di atas US$ 500 per malam. Ambil US$ 400 dolar saja, buat room saja US$ 80 juta. Bayangin itu. Dengan average US$ 400 saja, dan pasti lebih itu," jelasnya.

"Kemudian mereka itu biasanya di annual meeting, di luar ada sekitar 2.000-3.000 meeting, karena mereka mumpung kumpul semua pemangku kebijakan. Mereka bikin lunch, meeting di mana-mana. Jadi karena itu spending-nya akan besar skali. Katakan sehari US$ 100 saja pasti lebih. Katakan 200 x 20 ribu x 10 hari sudah berapa US$ 400 juta. Baru spending dengan hotelnya saja. Belum dia wisata simpel aja," terang Susiwijono.

Dia menambahkan pertemuan ini memiliki efek jangka panjang, karena peserta akan tertarik dengan Indonesia.

"Yang terpenting itu sebenarnya kalau profilenya kaya itu kita mikir jangka menengah panjang yang luar biasa. Nggak akan ada event yang bisa menarik 18 ribu orang berpengaruh sektor keuangan untuk datang ke Indonesia. Event terbesar ini nggak akan terulang di Indonesia," kata Susiwijono.

(fdl/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed