Follow detikFinance
Selasa, 15 Mei 2018 11:56 WIB

Daging Sapi Diprediksi Naik Jadi Rp 130.000/Kg saat Puasa

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikcom Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikcom
Jakarta - Harga daging sapi segar diprediksi naik saat Ramadan. Pedagang daging di Pasar Gondangdi memperkirakan harga daging sapi segar naik Rp 10.000 saat Ramadan nanti.

Saat ini harga daging sapi segar dibanderol Rp 120.000/kilogram. Menurut Opin, pedagang daging di Pasar Gondangdia, konsumen tetap mencari daging sapi segar meski harganya tinggi.

"Ya pasti naik, karena dari pusatnya sudah mahal. Paling naik Rp 10.000," kata dia kepada detikFinance, Selasa di Lapaknya Pasar Gondnagdia Jakarta Pusat (15/5/2018).


Artinya, harga daging sapi segar bakal naik menjadi Rp 130.000/kg. Opin menjelaskan daging sapi dagangannya dipasok dari Pondok Gede, Jakarta Timur. Sehari dia memasok 50 kg

"Nggak bakal tambah suplai, tetap bawa 50 kilogram," kata Opin.


Sebagai informasi harga daging sapi segar di pasar saat ini masih tinggi yaitu Rp 120.000/ kilogram. Harga yang tinggi itu sudah berjalan sejak tiga tahun lalu.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Ketut Diarmita menjelaskan kebutuhan daging pada bulan tersebut diperkirakan 116.339 ton.

Sebanyak 75.403 ton akan dipenuhi dari daging lokal, sedangkan 40.936 ton sisanya dari daging impor. Impor daging sapi dari Australia dan Selandia Baru, sedangkan daging kerbau dari India

"Pemenuhan defisit berasal dari stok impor per tgl 3 Mei 2018, sapi siap potong di feedloter 165.228 ekor setara 31.393 ton, kerbau siap potong di feedloter 497 ekor setara 98 ton, daging sapi di gudang importir 12.531 ton dan daging kerbau di gudang Bulog 3.948 ton," ujar Ketut kepada detikFinance, Jumat (11/5/2018).

Menurut Ketut, dari kalkulasi tersebut akan terdapat surplus daging 7.043 ton. Angka itu diperoleh dari selisih antara jumlah daging impor yang akan masuk Indonesia 47.970 ton, dengan kebutuhan daging impor 40.936 ton.

"Surplus 7.034 ton," jelasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed