Follow detikFinance
Selasa, 22 Mei 2018 13:41 WIB

Dolar AS Rp 14.200 Gerus Untung Pedagang Jersey di Tanah Abang

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada berbagai sektor. Seperti saat ini nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp 14.200. Angka ini naik tiga poin dari posisi sebelumnya di level Rp 14.197. Sejak kemarin dolar AS terus bergerak naik terhadap rupiah.

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah naik dari level Rp 14,150, Rp 14.175, Rp 14.185 dan akhirnya menembus Rp 14.200.


Imbas langsung dari pelemahan rupiah ini terjadi pada penjual kaos jersey di Tanah Abang. Hal tersebut dikatakan Pedagang Grosir Jersey Tanah Abang, Dewanto. Ia mengaku harus mengurangi keuntungan untuk menutup selisih kurs antara rupiah dan dolar yang semakin jauh.

"Saya kurangi keuntungan 5-7%. Karena impor, yang paling berasa karena selisih kurs," kata dia ditemui detikFinance di Lapaknya Lantai 3 Pasar Tanah Abang Blok A, Selasa (22/5/2018).

Dewanto mengaku semua jersey yang dijualnya merupakan barang impor yang dikirim dari Thailand.

Selisih kurs yang dimaksud mulai terasa ketika dolar AS masih di kisaran Rp 13.000-an hingga kini menjadi Rp 14.000-an.

"Saya kurangi keuntungan 5-7%. Karena impor, yang paling berasa karena selisih kurs" Pedagang Grosir Jersey di Tanah Abang, Dewanto
Dengan demikian, pedagang harus menghitung ulang harga jual jerseynya. Atau ambil alternatif lain dengan memangkas untung demi mempertahankan harga jual jersey agar tak ditinggal pelanggan.

"Dia (harga jersey) ngikutin kurs. Dari Rp 13.000, masih bisa untung. Tapi sejak dolar AS Rp 14.000-14.200 dia mulai harus nombok buat selisih kurs rupiah," kata dia.


Dewanto mengatakan ia tidak menaikkan harga jersey yang ia jual.

"Nggak naikin, kalau naikin harga nanti pelanggan pada kabur kan. Soalnya ada beberapa grosir juga yang tetap jual dengan harga yang sama," kata dia

Sementara itu mengutip data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) hari ini di level Rp 14.176.

Kenaikan suku bunga acuan BI, BI 7 Days Reverse Repo Rate menjadi 4,5% belum mampu menahan gejolak dolar AS terhadap rupiah.

Pada Kamis pekan lalu, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7 days repo rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,25%.

Dengan pelemahan rupiah yang terus terjadi selama beberapa bulan banyak pengusaha yang bergantung pada impor harus menanggung kerugian atas kenaikan harga berbagai item karena mereka harua menanggung biaya kenaikan tanpa bisa tidak bisa menaikkan harga secara fluktuatif kepada konsumen di dalam negeri. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed