Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Mei 2018 11:40 WIB

Guna Gerakkan Ekonomi, Mentan Imbau Kelola Lahan Tidur

Robi Setiawan - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meninjau pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) ke Lumajang, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut Amran menegaskan jangan biarkan lahan tidur karena kalau mesin bergerak maka perekonomian juga bergerak.

"Jangan biarkan lahan tidur. Jangan biarkan matahari bersinar sia-sia. Kalau alat mesin pertanian bergerak, lahannya pasti bangun, petaninya pasti bekerja. Akan ada perekonomian yang juga bergerak. Kesejahteraan meningkat," kata Amran, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/5/2018).


Pemerintahan Jokowi-JK, melalui Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menggalakkan pemanfaatan Alsintan sejak empat tahun lalu. Ini bertujuan untuk menekan biaya produksi serta mempercepat masa tanam. Untuk mengoptimalkannya, harus ada pengecekan kembali dan tidak ragu memindahkan Alsintan ke lahan yang lebih produktif.

"Tujuan kami turun adalah untuk optimalkan Alsintan. Tujuannya adalah agar biaya produksi lebih ringan, mempercepat tanam, dan meminimalisir losses. Jadi harus ada pengecekan kembali, jangan ragu untuk memindahkan jika tidak produktif," jelas Amran.

Amran menegaskan bahwa Alsintan ini menggunakan uang rakyat. Bahkan menurutnya, Kementan sudah memotong biaya perjalanan dinas, seminar, dan biaya operasional lainnya. Hal ini dilakukan demi mendahulukan para petani.

"Demi Alsintan dan mendahulukan petani. Tidak boleh ada yang main-main dengan alat milik rakyat, apalagi sampai bayar-bayar," tambahnya.

Berdasarkan data Kementan, Kelompok Tani (Poktan) penerima bantuan, yang menjadi lokasi utama Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA) di Lumajang adalah Poktan Tunas Harapan, yang memiliki anggota 102 orang dan lahan 44 hektare.

Pola tanam di Desa Wonorejo adalah padi-padi-padi. Luas Tambah Tanam (LTT) sampai dengan pertengahan Mei, mencapai 24 hektare dari total target 44 hektare selama periode April-September (Asep), dengan varietas padi Inpari 8, 30 dan 33, Sidenuk, Situbagendit, dan Ciherang.

Bantuan yang diterima oleh Poktan Tunas Harapan adalah, 2 unit traktor roda dua (TR2) dan transplanter 1 unit. Total bantuan Alsintan yang diterima di Kabupaten Lumajang sebanyak 432 unit TR2, 30 unit TR4, 56 unit combine harvester kecil (CHK), 19 unit combine harvester sedang (CHS), 5 unit combine harvester besar (CHB) dan 187 pompa air (PA).


Upaya yang dilakukan Kementan yaitu memberikan pelatihan kepada kelompok tani dan operator alat mesin pertanian (alsintan), yang dikemas dalam kegiatan On The Job Training (OJT), dengan menerjunkan tim mekanisasi STPP Malang.

Peserta OJT adalah operator Alsintan, pemuda tani, dan Babinsa. Tujuannya supaya operator, petani dan Babinsa memiliki pengetahuan untuk mengoptimalkan, memanfaatkan, dan merawat Alsintan terutama yang berasal dari bantuan pemerintah agar terus bermanfaat.

Dengan memanfaatkan Alsintan, indeks pertanaman meningkat, karena sejak pengolahan hingga panen waktunya lebih singkat, seperti yang dilaksanakan di Kabupaten Lumajang. Alsintan juga mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian. Selain itu, dapat dipastikan melalui OPA kegiatan pertanian akan lebih mudah, murah dan hemat biaya. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed