Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 30 Mei 2018 18:18 WIB

Demo Dari Istana ke Kemenperin, Ini Tuntutan Petani Garam

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Sekitar 200 massa yang terdiri dari organisasi mahasiswa GardaNKRI dan para petani garam siang ini menggelar aksi demonstrasi. Mereka menolak kebijakan pemerintah mengenai impor garam 3,7 juta ton.
Demo dilakukan secara maraton dari Kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat menuju Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta Selatan. Mereka berpindah lokasi menggunakan mini bus.
Jalannya demo dimulai pukul 14.00 WIB hingga 15.30 WIB di Istana Merdeka. Selanjutnya mereka bertolak ke Kantor Kemenperin, dan tiba pukul 16.30 WIB. Di sini mereka melakukan aksi tabur garam sambil sedikit berorasi. Selang 10 menit demonstran bubar.
Setidaknya ada 6 tuntutan yang mereka ajukan ke pemerintah terkait kebijakan impor garam 3,7 juta ton.
Pertama, mereka meminta Kemenperin bertanggungjawab ke masyarakat terkait jumlah impor garam sebanyak 3,7 juta ton.
Kedua, daIam mengambil kebijakan impor garam, pemerintah diminta untuk mensinkronkan data secara vaIid, serta meIibatkan petani garam.

"Dalam sejarah, ini impor terbesar oleh Kemenperin yang datanya sangat beda dengan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang dipimpin Susi Pudjiastuti. KKP hanya minta sedikit impor garam. Tapi Kemenperin keukeh impor 3,7 juta ton. Ini merugikan petani garam. Ini yang kita lawan," kata Koordinator Aksi Michael Djamal saat berorasi, Rabu (30/5/2018).
Ketiga, mereka meminta Kemenperin agar impor garam disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat. Jangan impor karena ada kepentingan dari Iuar. Selain itu mereka meminta kebijakan impor jangan mengganggu petani garam di saat masa panen.
"Ini bukan impor yang sedikit, ini sangat besar. Impor ini juga bersamaan dengan petani kita lagi panen. Ini justru merusak harga lokal, membunuh petani kita," lanjutnya.
Keempat, mereka mendesak bahwa sudah saatnya pemerintah mengembangkan teknoIogi pengeIoIaan garam yang modern. Tujuannya agar petani garam lebih maju, dan sejahtera.
Kelima, mereka mendesak pemerintah setop impor garam. Caranya dengan mengelola Iaut Indonesia dengan cara modern. Adapun kebijakan impor garam ini bakal dipasok dari Australia dan India.
"Padahal Indonesia negara ke 4 dengan luas laut terpanjang di dunia. Masa kita harus minta atau impor dari India dan Australia yang kalau dibandingkan kita masih lebih luas dari India dan Australia.

Terakhir, pemerintah dituntut untuk Swasembada garam, hentikan impor garam, dan membuktikan kedauIatan pangan.
"Mana janji janjinya, mana swasambada garam. Itu yang kita tunggu hari ini," tambahnya.


(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya