Follow detikFinance
Selasa, 12 Jun 2018 21:30 WIB

Target Swasembada Bawang Putih 2021, Ditanam 80.000 Ha

Akfa Nasrulhaq - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, mengungkapkan terus menguatkan sinergi pola kemitraan yang dilakukan pengusaha dan petani bawang putih. Hal itu mengingat Kementan terus kembangkan bawang putih bertahap untuk capai swasembada dan kesejahteraan petani.

Menurut Suwandi, pola kemitraan ini sangat bagus dan menguntungkan kedua belah pihak. Pelaku usaha menyiapkan modal dan tata niaganya, sedangkan petani melakukan budidaya sehingga kemitraan terus berjalan secara berlanjutan.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kami terus mengembangkan bawang putih secara bertahap untuk mencapai swasembada dan kesejahteraan petani. Target swasembada pada 2021 ditanam 80 ribu hektar," ujar Suwandi, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/6/2018).

Selain itu, Suwandi juga mengungkapkan pada tahun 2018, Kementan siap mengembangkan kawasan bawang putih dari APBN seluas 6.100 hektar lebih.


"Pelaku usaha wajib tanam 7.400 hektar, juga ada tanam petani swadaya dan investor," terang Suwandi.

Di sisi lain, Kabupaten Magelang, dulunya merupakan salah satu sentra penghasil bawang putih terbesar di Indonesia pada dekade 1980-1990-an. Sentra utama berada di lereng gunung Sumbing yaitu Kecamatan Kaliangkrik dan Windusari pada ketinggian diatas 1.000 mdpl. Namun seiring dengan mulai masuknya bawang putih impor pada tahun 1995, kejayaan bawang putih Magelang berangsur surut.

Dan saat ini, geliat kebangkitan bawang putih di dua kecamatan tersebut mulai menghasilkan. Selain cabai dan hortikultura lain, kini petani setempat makin atraktif dengan tanam bawang putih secara masif, sentranya di Kecamatan Kaliangkrik dan Windusari.

Masuknya pelaku usaha importir yang berinvestasi bawang putih turut mendorong petani bangkit kembali menanam, sekaligus turut mendukung pencapaian target swasembada tahun 2021.

Total sampai dengan saat ini terdapat 14 perusahaan yang memiliki komitmen tanam di Magelang. Dalam kurun waktu 1 tahun, mulai terlihat hasilnya. Varietas lokal yang ditanam seperti lumbu hijau, lumbu kuning, lumbu putih, tawangmangu baru mampu berproduksi rata-rata mencapai 7 ton per hektar.


Meskipun masih di bawah rata-rata Sembalun dan Temanggung, namun dengan budidaya yang baik maka produktivitas diyakini akan meningkat. Jika sebagian besar hasil pertanaman menggunakan benih lokal.

Kabar baik datang dari uji benih impor asal Taiwan jenis Great Black Leaf yang ditanam di Temanggung, terbukti adaptif dengan produktivitas mencapai 10 ton perhektar. Benih Taiwan ini bisa menjadi salah satu alternatif bila benih lokal kurang di pasaran.

(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed