Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Jul 2018 10:41 WIB

Gara-Gara Truk Obesitas, Negara Rugi Rp 43 T/Tahun

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Halaman 1 dari 6
Foto: pasangmata.com Foto: pasangmata.com
Jakarta -
Truk obesitas yang ditemukan banyak melintas di jalan tol berdampak pada bengkaknya biaya pemeliharaan infrastruktur yang mencapai Rp 43 triliun.
Masalahnya, truk-truk bermuatan besar ini tidak seharusnya membawa bobot berlebihan sehingga membuat jalanan di tol menjadi rusak. Akibatnya pengelola dan juga pemerintah perlu memperbaiki kerusakan tersebut setiap tahun, padahal jika jalur tol dilintasi oleh kendaraan kendaraan dengan bobot yang sesuai, biaya pemeliharaan akan jauh lebih murah karena jalan tidak banyak yang rusak.
Untuk memecahkan permasalahan tersebut Kementerian Perhubungan memanggil para pengusaha logistik dan instansi terkait untuk menandatangani perjanjian agar kendaraan yang mereka bawa di jalan tol, tidak lagi kelebihan muatan.
Perjanjian larangan truk obesitas dan over dimensi dilakukan di Kantor Kementerian Perhubungan, Selasa (3/7/2018) dengan beberapa lembaga terkait seperti Kepolisian, Kementerian PUPR, Kejaksaan Agung, Kementerian Perhubungan, Mahkamah Agung
Ada pula lembaga non pemerintah seperti Gabungan Kontraktor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Organisasi Angkutan Darat (Organda), Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), Asosiasi Pupuk, Asosiasi Baja, dan Asosiasi Semen.
Langkah ini dilakukan karena biaya perbaikan jalan tol ternyata lebih besar dibandingkan membuat jalur tol baru. Berikut berita selengkapnya :
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed