Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Jul 2018 08:26 WIB

Laporan dari London

Dolar AS Rp 14.000, Garuda Ancang-ancang Naikan Harga Tiket?

Baban Gandapurnama - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
London - Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berimbas bagi industri penerbangan di Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji tarif tiket pesawat berkaitan pelemahan rupiah tersebut.

Direktur Garuda Indonesia Pahala N. Masury ogah buru-buru memutuskan untuk menaikkan ongkos tiket pesawat atau tidak. Maskapai pelat merah tersebut memilih menanti hasil analisis Kemenhub.

"Pemerintah sedang melakukan review berkaitan tarif batas bawah. Tentu kami mendukung review oleh Kemenhub," ucap Pahala N. saat berkunjung ke Inggris untuk menghadiri Farnborough Airshow di Farnborough dan acara penghargaan dari Skytrax di London, Selasa (17/7/2018).

Nilai tukar dolar AS menempati posisi Rp 14 ribu. Pahala berharap Kemenhub dapat memberikan solusi terbaik untuk maskapai penerbangan Tanah Air.

Kali Kelima Garuda Indonesia Raih Gelar 'World's Best Cabin Crew', tonton videonya di sini:
[Gambas:Video 20detik]

"Kita tunggu saja hasil review yang tengah dilakukan oleh Kemenhub," ujar Pahala.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono menambahkan pihaknya harus efesiensi beberapa sektor soal dampak nilai tukar dolar menguat. Namun, sambung dia, pelayanan yang diberikan oleh Garuda tetap maksimal.

"Walau ada efesiensi, kita selalu memberikan pelayanan terbaik dan tetap mengutamakan safety," kata Hengki di tempat sama.
(bbn/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed