Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Jul 2018 18:18 WIB

Sri Mulyani Ubah Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2019 Jadi 5,3%

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Bogor - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan asumsi dasar makro ekonomi yang sudah ditetapkan sebagai modal penyusunan RAPBN 2019 akan ada yang diubah.

"Akan ada beberapa yang kita ubah di dalam postur terakhir," kata Sri Mulyani di Istana Bogor, Rabu (18/7/2018).


Asumsi dasar yang akan diubah adalah pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, dan juga harga minyak. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan asumsi pertumbuhan ekonomi akan menjadi 5,3% dari yang sebelumnya 5,2-5,6%. Sedangkan untuk harga minyak menjadi US$ 70 per barel dari sebelumnya US$ 60-70 per barel.

"Nilai tukar mungkin akan cari update yang terbaru tergantung situasi bulan ini dan tren tadi malam statement The Fed Powell mengatakan bahwa dia kan jauh ambisius dalam menaikkan suku bunga karena data Amerika Serikat cukup positif. Ini harus diantisipasi. Jadi sifatnya ada perubahan yang dinamis," jelas dia.


Dapat diketahui, asumsi dasar makro ekonomi tahun 2019 telah disepakati untuk pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,2-5,6%, tingkat inflasi diperkirakan 2,5-4,5%, tingkat suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan 4,6-5,2%, nilai tukar di kisaran Rp 13.700-Rp 14.000 per dolar AS.

Lalu, harga minyak mentah US$ 60-US$ 70 per barel, lifting minyak 722-805 ribu barel per hari, dan lifting gas 1,21-1,30 juta barel setara minyak.

Sedangkan target pembangunan tingkat pengangguran berada kisaran 4,8-5,2%, angka kemiskinan berada di kisaran 8,5-9,5%, gini rasio 0,38-0,39, lalu indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 71,98. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed