Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Agu 2018 16:47 WIB

Sebelum Jadi Cawapres Jokowi, Ma'ruf Amin Bertemu Ketum Kadin

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Dok. Kadin Indonesia Foto: Dok. Kadin Indonesia
Jakarta - Ketua umum MUI Ma'ruf Amin terpilih sebagai calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) pada pilpres 2019 nanti. Sebelum terpilih sebagai cawapres, Ma'ruf sempat bertemu Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani.

Ketika dikonfirmasi, Rosan membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurut Rosan pertemuan itu membahas seputar kondisi perekonomian.
Pertemuan Ma'ruf Amin dan Rosan Roeslani berlangsung April 2018.

"Waktu itu saya diundang ke kediaman beliau, di Tanjung Priok, ya sudah saya hadir malam malam. Pertama beliau ingin ngobrol mengenai bagaimana sih perekonomian ini, dia bilang gitu," kata Rosan kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ma'ruf bilang ke Rosan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar tapi perekonomian berbasis Islam belum begitu berkembang, padahal Indonesia punya banyak santri yang bisa dilibatkan dalam perekonomian.


"Misalnya di agribisnis dia bilang contohnya, dan ini kan bisa dikerjasamakan juga dengan pengusaha pengusaha besar yang sudah tumbuh," ujar Rosan.

"Kalau saya lihatnya sistem inti plasma bilangnya. Jadi untuk perkebunan yang besar ini melibatkan misalnya para pesantren," lanjutnya.

Selain itu, Ma'ruf dan Rosan membahas mengenai penerapan sistem syariah di bidang perekonomian.

"Juga bicara mengenai gimana pengembangan usaha ini dengan melibatkan asas syariah itu, sehingga tidak membebani. Kalau konvensional kan sistem bunga ya, perusahaan untung rugi beliau bilang tetap harus bayar," paparnya.


Dalam hal ini, Ma'ruf ingin agar ekonomi syariah bisa lebih dikembangkan, misalnya dengan menganut sistem bagi hasil.

"Nah gimana kalau sistem bagi hasil ini lebih dikembangkan. Jadi kalau untung, untung bersama, kalau rugi kita sama sama," sebutnya.

Ma'ruf pun memikirkan apakah ke depannya perlu ada kebijakan yang bisa mendorong ekonomi syariah, serta kebijakan yang seperti apa yang dirasa perlu.

"Ada kebijakan kebijakan yang mesti dipikirkan juga apa nih kebijakannya nanti. Saya bilang memang kalau dibandingkan Malaysia saja banyak investasi timur tengah sudah masuk, (sementara) kita masih terbatas," terangnya.


Ma'ruf juga meminta pendapat Rosan mengenai perekonomian Indonesia.

"Beliau ingin mendengar perekonomian kita nih menurut saya gimana, ya sudah saya cerita ke beliau ini ini ini. Apa saja yang sudah bagus, apa yang perlu ditingkatkan. Itu saja sih sambil nyantai, sambil minum teh. Tapi saya lihat di situ konsennya beliau sangat meningkatkan perekonomian syariah," tambahnya.


Saksikan juga video 'Kata Ma'ruf Amin Setelah Jadi Cawapres Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed