Follow detikFinance
Senin, 13 Agu 2018 19:45 WIB

Pesan Kementan Manfaatkan Teknologi 4.0 untuk Bangun Pertanian

Nabilla Nufianty Putri - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi menyampaikan pembangunan pertanian ke depan harus tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan IPTEK, di antaranya berbasis teknologi 4.0. Dengan demikian, aktivitas pertanian ke depan serba cepat, praktis dan efisien dengan hasil berkualitas.

"Wisuda bukan merupakan puncak prestasi tetapi merupakan langkah awal untuk menerapkan ilmu dan ketrampilannya di lapangan, ujar Suwandi dalam keterangan tertulis (13/8/2018).



Dia yang datang di acara wisuda Sarjana Sains Tahun Akademik 2017/2018 Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) juga menyampaikan sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, agar para pemuda tampil dengan berbagai inovasi di bidang pertanian guna menyongsong terwujudnya visi Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045.

"Pada era Pemerintahan Jokowi-JK, telah banyak prestasi Kementan dibawah kepemimpinan Amran. Pada 2016 sudah swasembada beras, jagung, cabai dan bawang merah. Bahkan telah membalikkan semula 2015 impor 3,5 juta ton jagung pakan ternak, kini 2018 sudah ekspor sekitar 500 ribu ton. Pada 2014 impor 74 ribu ton bawang merah menjadi 2017 ekspor 7.750 ton dan prediksi 2018 ekspor 15 ribu ton. Juga telah ekspor telur, daging ayam, kambing, tanaman hias dan lainnya," ujarnya.

Dia mengatakan secara bertahap akan dikejar swasembada kedelai 2020, bawang putih 2021, gula industri 2024 dan daging sapi 2026. Ini dilakukan secara sistematis dan bertahap menuju Lumbung Pangan Dunia 2045.

"Para wisudawan dan alumni STPP harus dapat menjadi social enterpreneurship, mampu membawa perubahan dengan terobosan dan inovasi di bidang pertanian dan peternakan" ujarnya.



Dia menyebut sejak tiga tahun terakhir setidaknya ditemukan 500 inovasi teknologi bidang perbenihan, mekanisasi hingga pascapanen. Bahkan sebagian telah dipatenkan dan peneliti memperoleh royalti hingga Rp 14,7 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut, Suwandi juga meminta agar dijadikan contoh untuk diikuti para mahasiswa dan alumni STPP.

Menurut Suwandi, kini sudah berkembang teknologi benih Padi IPB-3S dengan produktivitas 13,4 ton per hektare, teknologi jagung tongkol dua, teknologi kedelai produktivitas 5 4 ton per hektare di Jetis, Bantul, teknologi benih biji bawang merah yang efisien hingga 60 persen.

Hilirisasi sawit hingga lebih dari 140 produk turunan, IB sapi, teknologi ayam kampung unggul baru dan lainnya. Hal ini perlu disebarluaskan bagi para penyuluh sebagai agen pembaharu pertanian.

Oleh karena itu, ia meminta agar para wisudawan dan wisudawati agar hadir di tengah masyarakat dan membangun daerahnya, menjadi wirausaha hingga menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan produksi dan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala STPP Magelang, Ali Rachman mengatakan agar wisudawan membawa bendera almamater untuk mengabdikan diri pada nusa dan bangsa, untuk kemajuan pertanian

"Seluruh pengetahuan, ketrampilan dan ilmu terapan dari kampus agar dipraktekkan di lapangan, dedikasikan diri Saudara pada masyarakat petani, ujarnya.

STPP Magelang pada tahun 2018 ini sudah mewisuda sebanyak 96 orang, terdiri 38 jurusn penyuluhan pertanian, dan 58 orang jurusan peternakan.

Selain acara wisuda, juga digelar pameran hasil dari Laboratorium Jurusan Penyuluhan Peternakan maupun Pertanian, Petani dan UMKM serta Pinas Pertanian setempat yang menyajikan berbagai produk olahan pangan lokal, teknologi budidaya pangan, teknik pembibitan dan beternak itik, ayam, kelinci, dan lainnya.


Saksikan juga video ' Jurus Menteri Pertanian Atasi Kemiskinan di Desa ':

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed