Follow detikFinance
Kamis, 16 Agu 2018 16:35 WIB

Inflasi Tahun Depan Diprediksi 3,5%

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif di 2019. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga perlu dijaga dan investasi serta ekspor perlu didorong.

Demikian diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Nota Keuangan di DPR RI, Jakarta, Kamis (16/8/2018). Jokowi mengatakan, untuk mencapai itu semua, maka pemerintah berupaya untuk menjaga tingkat inflasi di level 3,5%.

"Di tahun 2019, pemerintah akan berupaya menjaga inflasi pada rentang 3,5% plus minus 1%" kata Jokowi.

Angka ini sama dengan target serta outlook dalam APBN 2018. Di mana pemerintah juga mematok tingkat inflasi di level 3,5%. Sementara pertumbuhan ekonomi 2019 diperkirakan berada di 5,3%.


Jokowi mengatakan tingkat inflasi yang rendah tersebut tidak hanya mendorong perekonomian domestik menjadi lebih efisien dan berdaya saing, namun juga menjamin kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

"Pengendalian inflasi dilakukan dengan menjaga ketersediaan pasokan barang dan jasa, khususnya pangan, melalui peningkatan kapasitas produksi nasional dan efisiensi di sepanjang rantai pasokan," katanya.

"Di sisi lain, daya beli masyarakat terus dijaga dengan berbagai program perlindungan sosial, terutama untuk masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah," tutupnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed