Follow detikFinance
Jumat, 17 Agu 2018 13:55 WIB

Arti Kemerdekaan untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. Didiet Maulana Foto: Dok. Didiet Maulana
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini menjadi pembina upacara dalam peringatan hari kemerdekaan dan ulang tahun ke-73 RI di Kementerian Keuangan. Sri Mulyani menjelaskan, arti kemerdekaan untuk dirinya adalah bisa mencapai tujuan dalam bernegara.

"Kemerdekaan, kedaulatan kita. Itu selalu bisa kita wujudkan setiap tahun agar bisa lebih baik lagi. Dari sisi kita (pemerintah) kita ingin melihat pembangunan bisa terus berjalan," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (17/8/2018).

Dia menambahkan, jika pembangunan berjalan lancar maka masyarakat bisa merasakan perbaikan dalam bentuk kesejahteraan, menurunnya kemiskinan dan saling terhubung. Sri Mulyani menyampaikan hal-hal itu adalah cita-cita yang ingin ia capai selama ini.

"Ada yang sudah baik dan terus diperbaiki, kami terus berupaya untuk mendapatkan apa yang disebut kemerdekaan. Merdeka itu bukan berarti kita tidak punya tanggung jawab, tapi kita punya kewajiban," ujarnya.

Mantan direktur Bank Dunia ini menyebut, merdeka berarti bisa menentukan langkah sendiri. Karena itu jika ingin membangun Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera maka pembangunan harus dilakukan bersama-sama.


Dukungan untuk pembangunan negara bisa dalam bentuk pembiayaan, seperti pembayaran pajak, mengawasi penggunaannya. Kemudian dari pemerintah meyakinkan jika dana pajak dipakai sebesar-besarnya untuk manfaat masyarakat.

"Itu yang saya anggap sebagai arti yang paling penting untuk kemerdekaan. Kemerdekaan cita-cita di tangan kita. Upaya ikhtiar ada di tangan kita dan semua bertanggung jawab untuk memajukannya," jelas dia.

Sri Mulyani juga menjelaskan arti warna pakaian yang digunakannya. Hari ini ia menggunakan kebaya berwarna putih. Menurut dia, warna putih adalah suci dan bersih, menciptakan kesejukan.

"Kita (Kemenkeu) terus mengisi Indonesia dengan hal-hal positif hal sejuk dan objektif. Walaupun kita tidak sempurna, memang tidak ada manusia yang sempurna. Kita akan terus mengupayakan itu, sesuai dengan value Kemenkeu. Jadi putih ini adalah warna yang paling cocok," ujarnya.

(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed