Follow detikFinance
Rabu, 29 Agu 2018 20:04 WIB

Ekonomi RI Tak Sampai 7%, Kemenkeu: Kita Bisa Kurangi Kemiskinan

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi Kemiskinan/Foto: Pradita Utama Ilustrasi Kemiskinan/Foto: Pradita Utama
Jakarta - Kementerian Keuangan mengaku bahwa merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 7% atau sesuai janji kampanye sulit dilakukan. Terlebih lagi kondisi perekonomian dunia masih memberikan ketidakpastian.

Meski sulit merealisasikannya, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Kementerian Keuangan Adriyanto menyebutkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5% memberikan banyak manfaat terutama bagi masyarakat. Hal itu juga sekaligus menjawab kritik yang berasal dari partai Gerindra dan PKS pada saat rapat Paripurna.

"Begini ya, kita tidak usah melihat kisaran angka, tapi dampak dari pertumbuhan itu sendiri," kata Adriyanto usai acara Kongkow Bisnis Pas FM, Jakarta, Rabu (29/8/2018).


Pertumbuhan ekonomi nasional di level 5% pun lebih baik dibandingkan negara berkembang lainnya seperti Turki dan Meksiko.

"Kalau dilihat dampak pertumbuhan 5% kita memang jauh lebih bagus dibanding negara-negara peer kita misalnya Turki, Meksiko, kita masih jauh lebih baik," ujar Adriyanto.


Adapun, perekonomian nasional yang di level 5% selama empat tahun belakangan ini mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut berkualitas.

"Kita masih jauh lebih baik, artinya lebih baik bukan hanya dari size ekonominya tapi pertumbuhan ekonomi kita bisa mengurangi kemiskinan menjadi 9%, pengangguran turun, jadi yang dikejar itu adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, tidak hanya tumbuh tinggi tapi juga berkualitas," tutup dia. (hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed