Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 01 Sep 2018 14:23 WIB

JK Sebut Kerja Sama Ekonomi Untungkan RI dan Australia

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Wapres JK (Noval-detik) Foto: Wapres JK (Noval-detik)
Jakarta - Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) telah selesai dinegosiasikan. Kesepakatan tersebut rencananya diteken dua bulan lagi, atau pada November 2018.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) beraharap kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Australia ke depan bisa saling menguntungkan. Ia juga menyebut bahwa Australia merupakan mitra dagang paling dekat dengan Indonesia.

"Saya berharap kerja sama ini bisa membuat perdagangan surplus. Kami berharap terjadi keuntungan dari perdagangan antara Indonesia dan Australia," ujar JK dalam Indonesia-Australia Business Forum di Raffles Hotel, Jakarta Selatan, Sabtu (1/9/2018).


Forum itu juga dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison. Di hadapan Scott, JK mengatakan bahwa perjanjian bilateral itu akan menguntungkan kedua belah pihak dari sisi perdagangan.

"Dalam forum ini, hari ini, delegasi bisnis dari Indonesia dan Australia berkumpul untuk mengeksplorasi perdagangan bilateral masa depan antara kedua negara kita. Saya menghargai acara ini sebagai peluang kecil untuk menantang investasi perdagangan," kata JK.

JK menjelaskan, Indonesia dan Australia memiliki ikatan bilateral yang kuat dalam berbagai bentuk, baik antara pemerintah dengan pemerintah (g to g), business to business (b to b), dan maupun perorangan sebagai bentuk suatu hubungan.

Menurut JK, Australia adalah salah satu mitra dagang terpenting bagi Indonesia. Bisa dilihat dari kinerja ekspor nasional ke Australia sekitar US$ 2,5 miliar dari volume perdagangan yang sekitar US$ 6 miliar.

Dengan rampungnya IA-CEPA, JK berharap dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap neraca perdagangan Indonesia dan juga Australia.

"Saya berharap forum ini dapat berkontribusi saling menguntungkan secara luas. Saya ingin mengapresiasi kesimpulan Indonesia Australia Economic Parnertsip IA CEPA," jelas JK.


Lebih lanjut JK menjelaskan, IA-CEPA bukan suatu perjanjian perdagangan yang bebas, melainkan kemitraan yang saling menguntungkan dengan cakupan lebih luas di berbagai sektor.

Kata JK, cakupan sektornya tidak hanya ekonomi, ada juga industri jasa seperti pariwisata, hingga pendidikan vokasi. Oleh karenanya, JK menitipkan pesan untuk mendetilkan poin-poin yang dikerjasamakan dengan tujuan menguntungkan Indonesia dan Australia.

"IA-CEPA akan saling menguntungkan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan industri bangsa, kami berharap dapat memperkuat bilateral sebagai refleksi dalam negosiasi IA CEPA. IA CEPA kami mengharapkan beberapa peningkatan perdagangan antar negara," tutup dia. (ara/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com