Follow detikFinance
Jumat, 14 Sep 2018 14:55 WIB

Penjelasan Darmin soal Ekonomi RI yang Tak Mampu Capai 5,4%

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: dok. detik Foto: dok. detik
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan alasan pemerintah yang tak mampu merealisasikan target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 yang dipatok 5,4%.

Salah satu penyebab pemerintah tak bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi adalah kondisi neraca transaksi modal dan finansial yang surplusnya mengecil menjadi US$ 4 miliar pada kuartal II-2018.

Sehingga posisi tersebut tidak bisa menutup defisit transaksi berjalan (CAD) yang mencapai US$ 8 miliar. Hasilnya, neraca pembayaran defisit sekitar US$ 4,3 miliar. Kondisi itu juga berkaitan dengan kondisi perdagangan internasional yang melambat.

"Walaupun dunia sekarang pengaruh terbesarnya belum pada pertumbuhan. Tapi sudah ada yang mulai kena sedikit tetapi yang pertama kena ternyata perdagangan internasionalnya," kata Darmin di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Kondisi perdagangan internasional yang melambat itu akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Jadi nggak bisa kita rencanakan 5,4% itu mempertahankan, itu sudah perjuangan besar itu. Bisa-bisa dia turun ke 5,3%, karena mungkin tidak tahun ini dia kena pengaruh pertumbuhannya, tapi tahun depan. Nggak ada yang imun terhadap itu," jelas dia.

Meski demikian, Mantan Dirjen Pajak ini mengungkapkan pemerintah akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi tahun ini sesuai target.

"Kita akan hadapi kita akan coba atasi kita tahu apa yang harus kita lakukan," ujar dia.

Untuk tetap merealisasikan target pertumbuhan ekonomi, kata Darmin, pemerintah harus meningkatkan kinerja ekspor dan menekan pertumbuhan impor.

Selain itu, pemerintah juga menjaga iklim investasi dengan menyediakan fasilitas proses perizinan yang mudah melalui online single submission (OSS), hingga pelaksanaan B20. Namun, Darmin belum tahu persis ekonomi Indonesia akan berada di level berapa sampai akhir tahun.

"Kita lakukan satu-satu bukan cuma ngomong, ya mari kita optimumkan itu semua, Kalau bank dunia bilangnya 5,3% kan, bukan saya," tutup dia.



Saksikan juga video 'Soal Imbas Krisis Turki, Sri Mulyani: Ekonomi RI Kita Jaga':

[Gambas:Video 20detik]

(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed