Follow detikFinance
Jumat, 14 Sep 2018 19:20 WIB

Kementan Olah Pangan Lokal Jadi Suplemen Buat Pendaki Gunung Batur

Rizki Ati Hulwa - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melakukan praktik dan uji manfaat pangan lokal sebagai penambah stamina tubuh bagi pendaki Gunung Batur di Bali. Uji coba ini dinamakan kinesiologi yang diinisiasi Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi di Pelataran Gunung Batur, Kabupaten Bangli, Bali.

"Praktik dan uji manfaat pangan lokal ini merupakan salah satu upaya mendorong pangan lokal sebagai sumber energi bermanfaat bagi stamina tubuh wisatawan yang mendaki Gunung Batur atau naik ratusan tangga ke pura. Badan menjadi enteng dan tidak akan lelah," jelas Suwandi dalam keterangan tertulis, Jumat (14/9/2018).


Kegiatan ini dikatakan Suwandi bisa menjadi ajang promosi memperkenalkan dan menyebarluaskan warisan nenek moyang berupa pangan lokal yang bermanfaat langsung bagi stamina tubuh. Ini tentunya sejalan dengan misi Kementan untuk menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045.

Maka, Kementan kini tengah fokus pada peningkatan produksi serta mengoptimalkan penggunaan pangan lokal melalui atraksi, promosi, dan sosialisasi.

"Pangan lokal Indonesia dipercaya memiliki keunggulan dan manfaat lebih baik dibandingkan impor. Ini karena pangan lokal dibudidayakan dengan benih lokal yang bagus dan ditanam di wilayah bentang khatulistiwa yang kaya akan sinar matahari penanamannya juga dilakukan secara harmoni," ujarnya.


Saat ini kata Suwandi, rakyat Indonesia sudah menerapkan prinsip harmoni dengan alam dan sesama manusia. Inilah yang menentukan dan membedakan hasil pangan lokal dengan pangan negara lain.

Lebih lanjut, hasil harmoni antara alam dan manusia ini harus terus dijaga dan dilestarikan. Seperti hasil komoditas pertanian Indonesia lainnya (kopi, kedelai, kentang dan lainnya) yang sudah terbukti berdampak pada stamina peserta sosialisasi.

Pada kesempatan ini, Suwandi menyampaikan harapan kepada peserta sosialisasi untuk selanjutnya bisa menjadi pelatih bagi petani atau tour guide. Diharapkan juga dapat mensosialisasikan manfaat pangan Indonesia kepada wisman yang berkunjung ke Bangli dan Bali.

"Ke depan, Bali akan menjadi tuan rumah Festival Kopi Internasional. Karena itu, teknik kinesiologi ini dapat menjadi salah satu promosi produk pertanian Indonesia di forum tersebut," tuturnya.

Bupati Bangli Made Gianyar yang berkesempatan turut serta dalam uji coba mendukung penuh acara ini. Selanjutnya dia akan menindaklanjuti dengan melatih para pemandu wisata untuk terampil memperagakan pangan lokal yang bermanfaat bagi stamina tubuh wisatawan.

"Kami juga mengajak generasi muda untuk bertani modern dan mampu menyajikan pangan lokal secara baik. Juga pemuda di Bangli yang berada di luar daerah agar mempromosikan pangan lokal yang unggul," ucapnya.

Tak lupa ahli kinesiologi Dr. Hanson menjelaskan lima teknik untuk meningkatkan kualitas stamina tubuh. Teknik tersebut adalah teknik bernapas seperti bayi, memperbaiki posisi tubuh yang baik saat berdiri, duduk dan berjalan (tubuh harus tegak), senyum, ikhlas dan bersyukur, bahagia dengan memberi.

Hanson juga mempraktikkan teknik kinesiologi untuk melihat kemampuan tubuh melalui respon otot. Diperlihatkan juga bagaimana tubuh mampu memilih makanan yang cocok dan baik bagi tubuh.

"Sebagai contoh, peserta diminta menerapkan teknik tadi, dan dilihat bagaimana respon tubuhnya. Uniknya, pada saat melakukan uji kinesiologi ini, menggunakan sumber pangan lokal seperti kopi, kedelai dan lainnya," jelasnya.

Hanson mengatakan, respons uji kinesiologi ini akan membuat otot menjadi menguat saat peserta mencium aroma kopi dan kedelai lokal. Uji kinesiologi ini juga digunakan oleh praktisi kesehatan.

Komang Sukarsana, pelaku usaha di Kintamani yang mengikuti praktik ini mengatakan praktik menggunakan pangan lokal ini benar-benar hebat. Ternyata betul, pangan lokal berdampak ke tubuh langsung kuat. Bahkan saat selfie pun terbukti membuat aura wajah menjadi kuat.

"Ini mencium aromanya saja langsung direspons otot tubuh kuat. Apalagi setelah mengonsumsinya, otot lebih kuat lagi. Ini pasti akan laris manis diminati wisman yang akan mendaki Gunung Batur dan naik ratusan tangga ke pura," pungkas dia. (mul/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed