Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Sep 2018 20:50 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diperkirakan 5,2%, Ini Penjelasan Istana

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,2%. Lantas, dari mana angka tersebut?

Menurut Staf Khusus Kepresidenan, Ahmad Erani Yustika untuk mencapai angka tersebut berasal dari faktor konsumsi rumah tangga dan penyerapan anggaran pemerintah. Namun dengan satu syarat, kegiatan ekspor bisa stabil.

"Saya kira 5,2% itu bisa tercapai jika dua kaki yang penting dapat diselamatkan itu konsumsi rumah tangga dan penyerapan anggaran pemerintah. Itu modal yang penting kalau ekspornya stabil itu 5,2% bisa dapat," jelasnya dalam diskusi media di Bakoel Koffie, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).


Lebih lanjut, Erani menjelaskan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2018 akan lebih baik daripada di kuartal I-2018. Hal itu dilihat dari empat sumber pertumbuhan, yaitu belanja pemerintah, investasi, ekspor-impor dan konsumsi rumah tangga.

"Belanja pemerintah tren kuartal III dan IV semakin kuat sehingga pertubuhan lebih bagus ketimbang semester I. Investasi akan stabil sama semester I dan II tumbuh tapi tidak banyak," paparnya.

"Konsumsi rumah tangga, pemerintah jaga dengan inflasi sampai di level di bawah 4%, sehingga daya beli tidak menurun. Kalau ekspor impor nggak ada persoalan karena bisa tumbuh 13-16%," sambung dia.


Sementara itu, dari perhitungan tersebut pihaknya juga optimis bisa mendapatkan kondisi neraca perdagangan surplus sebanyak US$ 2-3 miliar hingga akhir tahun.

"Sebenarnya bisa surplus sekitar US$ 4 miliar tapi dengan hitungan Agustus kemarin netral ya nggak defisit. Mesti kita hitung lagi, ya bisa surplus US$ 2-3 miliar," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed