Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Sep 2018 21:20 WIB

PPP Sarankan Pemerintah Kendalikan Impor Demi Jaga Rupiah

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: PPP Foto: PPP
Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Elviana menyebut bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang merosot beberapa bulan terakhir tak bisa dilepaskan dari kinerja ekspor yang terus merosot. Sementara impor tidak terbendung.

"Memang selama ini berdasarkan keterangan pemerintah, nilai rupiah terhadap dolar AS melemah karena ada faktor eksternal di antaranya krisis di sejumlah negara seperti Turki, Argentina dan Italia yang bisa memicu sistemik global. Namun pemerintah juga harus mengakui bahwa nilai rupiah turun karena besarnya impor dan menurunkan nilai ekspor," kata Elviana, dalam keterangan tertulis, Rabu (19/9/2018).


Elviana menambahkan pemerintah tak bisa terus berdalih bahwa nilai tukar rupiah yang hampir Rp 15.000 per dolar AS disebabkan faktor eksternal belaka. Padahal, pada saat yang sama sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand tidak mengalami depresiasi nilai tukar mata uang mereka.

Oleh karena itu, politisi PPP ini berharap semua pihak bisa bekerja sama untuk mengerem laju impor yang saat ini masih sangat besar. Salah satunya dengan mengembalikan kebijakan persetujuan impor yang tak hanya domain Kementerian Perdagangan.

"Saat ini untuk impor cukup dengan persetujuan Kementerian Perdagangan. Padahal seharusnya impor itu dilakukan juga harus ada persetujuan dari kementerian terkait. Seperti impor beras misalnya, saat ini hanya butuh persetujuan Kemendag. Padahal hal ini juga terkait dengan Kementerian Pertanian dan Bulog," kata Elviana.


Pemerintah tidak bisa membandingkan mata ruang rupiah dengan Argentina yang sedang terpuruk. Karena Argentina saat ini tidak mendapatkan kepercayaan dari lembaga resmi internasional, sehingga mereka terpaksa meminjam dana dari lembaga lain yang menerapkan bunga sangat tinggi. (mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed