Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Sep 2018 22:06 WIB

Darmin: Kalau Tak Impor, Beras di Gudang Bulog Hanya 800.000 Ton

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengaku heran dengan polemik impor beras antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas).

Polemik impor beras antara keduanya merembet ke persoalan gudang penyimpanan beras milik Bulog penuh. Hal itu membuat Bulog tidak bisa lagi menampung stok beras impor.

"Saya agak heran juga bahwa yang diributkan impor, dihubungkan dengan gudang yang penuh," kata Darmin di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).


Sementara Buwas mengatakan, lantaran gudang Bulog penuh, Indonesia tidak perlu impor. Namun Darmin menjelaskan, justru gudang Bulog penuh karena dipasok oleh beras impor.

"Itu (gudang) penuh karena impor, kalau nggak ada impornya isinya 800 ribu ton. Nah sehingga menurut saya ini nggak perlu gaduh ini, gudang penuh karena impornya 1,4 (juta ton)," sebutnya.

Artinya, bila cadangan beras Bulog hanya 800 ribu ton berarti masih di bawah cadangan ideal yaitu di atas 1 juta ton. Bila ini dibiarkan, maka berpotensi menimbulkan gejolak harga beras di pasar, karena Bulog tak memiliki cukup cadangan bila stok beras di pasar menipis dan harga naik.



Namun, Darmin enggan berkomentar lebih lanjut soal alasan Buwas menolak impor karena gudang penyimpanan beras penuh.

"Saya nggak mau komentarinnya lah. Masa saya mengomentari itu ya," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed