Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh beras yang disalurkan untuk korban gempa berasal dari gudang yang berada di Palu. Gudang tersebut menyimpan beras dari pengadaan di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan impor.
"Yang di gudang itu ada yang ex impor tetapi sedikit ya itu, nggak sampai 10%. Nah sisanya itu pengadaan lokal dari Sulsel. Beras yang digudang itu kita salurkan untuk bantuan," kata dia kepada detikFinance, Selasa (9/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, ia memastikan beras yang disalurkan untuk korban gempa tersebut masih aman untuk dikonsumsi. Walaupun, menurut dia ada beberapa beras yang mengalami kerusakan sehingga mesti dimusnahkan.
"Masih ada sisa 12 ribu kg itu aman ya. Mungkin ada juga kurang dari 1 ton itu yang karungnya sobek nanti kita coba rapikan dan bersihkan, kalau nggak ya dimusnahkan," paparnya.
Baca juga: Tanggap Darurat di Palu - Donggala Berakhir |
Sementara itu, Kementerian Sosial dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal juga memberikan bantuan melalui beras bulog. Sehingga jumlah bantuan beras berjumlah 335.490 ton.
"Total bantuan itu 308,550 ton. Tapi ada tambahan dari Kemensos dan dari Kementerian Desa itu jadi total 335.490 ton pakai beras Bulog. Jadi mereka itu beli, ada simpanan mereka di Bulog untuk digunakan di waktu seperti ini," tutup dia. (dna/dna)











































