Follow detikFinance
Kamis, 11 Okt 2018 22:25 WIB

Jokowi: Ekonomi ASEAN Tumbuh di Atas Rata-rata Dunia

Hendra Kusuma - detikFinance
Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong/Foto: Hendra Kusuma/detikFinance Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong/Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Nusa Dua - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN masih di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Sebelumnya International Monetary Fund (IMF) memangkas target pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,7%.

Hal itu diungkapkan saat joint statement bersama dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, dalam acara ASEAN Leaders gathering di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi ASEAN masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia," kata Jokowi.


Tingginya pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN juga tidak terlepas karena keberhasilan program keberlanjutan (sustainable development goals/SDGs). Dalam kurun 15 tahun, kata Jokowi, capaian SDGs di ASEAN cukup maju dan terlihat dari angka kemiskinan kawasan tersebut turun 68%, namun angka tersebut masih perlu ditingkatkan lagi dengan seluruh negara ASEAN mendukung pembangunan berkelanjutan.

SDGs, kata Jokowi, memiliki peran penting terutama bagi pembangunan pasca bencana. Namun, tantangan untuk mendorong program tersebut pada pendanaan.

Salah satu yang diusulkan pada pertemuan tersebut adalah skema blended finance atau dana campuran dari filantropi atau orang kaya di ASEAN.


"Indonesia mendorong sumber pendanaan inovatif seperti blended finance," ujar dia.

Adapun, capaian Indonesia dalam SDGs, menurunnya angka kemiskinan pada satu digit menjadi 9,8% pada 2018. Meningkatnya akses air bersih terhadap rumah tangga mencapai 76,74%. Meningkatnya akses kepada pelayanan kesehatan melalui JKN mencapai 77,78 %.

Selain itu, menurunnya angka stunting di anak-anak menjadi 29,6% di tahun 2018. Meningkatnya kualitas pendidikan yang inklusif angka partisipasi kasar pada tingkat pendidikan dasar mencapai 108,5%, serta kemajuan besar dalam pembangunan infrastruktur dalam 4 tahun terakhir sebagai perwujudan tujuan nomor 9 dalam SDGs.


"Saya ingin tekankan pencapaian SDGs tak dapat dipenuhi secara isolatif oleh satu negara tanpa bekerja sama dengan negara lain. Pencapaian SDGs memerlukan global leadership dan share responsibilities," ujar dia.

Lee Hsien Loong menambahkan dari hasil pertemuan itu juga diputuskan bahwa Vietnam, Laos, dan Kamboja sebagai pusat baru kerjasama pembangunan berkelanjutan.

"Singapura akan meningkatkan 3 pusat untuk mengintegrasikan ASEAN, yang berada di Kamboja, Vietnam, dan Laos untuk menjadi pusat kerja sama," kata Lee.


Singapura juga telah mendirikan kantor infrastruktur asia yang memiliki tugas mencarikan investor bagiprogram pembangunan berkelanjutan.

"Ini akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempersempit ketimpangan pembangunan, di kawasan ASEAN," tutur Lee. (hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed