Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Okt 2018 14:29 WIB

Pemerintah Pesimistis Neraca Dagang September 2018 Bisa Surplus

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Nusa Dua - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meramalkan neraca dagang Indonesia per September 2018 masih defisit.

Dia menyebutkan, salah satu penyebab defisit dikarenakan laju impor di September masih tinggi dibandingkan dengan kegiatan ekspornya.

"Kelihatannya impornya masih terus. Tapi ya seberapa jauh saya belum bisa bilang. tapi ya pertumbuhan impor masih tinggi. Ekspornya tetap lebih lambat," kata Darmin di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Penyebab tingginya impor di September, kata Darmin salah satu berasal dari sektor minyak dan gas (migas).

"Masih, terutama dari migas," ungkap dia.


Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 15 Oktober 2018 dijadwalkan akan merilis angka neraca perdagangan Indonesia per September.

Sebelunya, BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit di bulan Juli. Kali ini nilainya US$ 2,03 miliar.

Defisit terjadi karena impor Indonesia bulan Juli 2018 tercatat US$ 18,27 miliar, sedangkan ekspor Indonesia bulan Juli 2018 tercatat US$ 16,24 miliar.

Berikut data neraca perdagangan RI selama 2018:
  • Januari defisit US$ 756 juta
  • Februari defisit US$ 52,9 juta
  • Maret surplus US$ 1,12 miliar
  • April defisit US$ 1,63 miliar
  • Mei defisit US$ 1,52 miliar
  • Juni surplus US$ 1,74 miliar
  • Juli defisit US$ 2,03 miliar
(hek/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed