Follow detikFinance
Minggu, 21 Okt 2018 19:32 WIB

Kementan Awasi 3 Tahun Optimalisasi Lahan Rawa di Kalsel

Rizki Ati Hulwa - detikFinance
Foto: Rizki Ati Hulwa Foto: Rizki Ati Hulwa
Banjarmasin - Komitmen Indonesia dalam mengoptimalkan lahan rawa untuk memenuhi kebutuhan pangan tak main-main. Ini dibuktikan dengan kesungguhan Kementerian Pertanian yang siap mengawal pengoptimalan itu selama tiga tahun ke depan.

Hal itu dikatakan Dirjen Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Pending Dadih Permana saat menutup Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 di Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.


"Kami akan kawal selama tiga tahun ke depan. Ini merupakan bagian komitmen dari kami (Kementan) untuk mengaktualisasikan potensi yang sudah mulai kita garap," ungkap Pending dalam sambutannya, Minggu (21/10/2018).

Pengawalan selama tiga tahun itu dimaksudkan Pending adalah semua daerah yang dioptimalisasikan lahan rawanya tak akan dilepas begitu saja setelah menyediakan infrastruktur. Namun akan dipastikan juga kesiapan kelembagaannya, pelaku utamanya, petaninya juga harus dibangun agar menjadi satu kawasan.

"Sehingga optimalisasi lahan rawa lebak ini bukan hanya pekerjaan fisiknya saja, tapi kegiatan usaha tani ini bisa benar-benar dijaga. Jangan sampai begitu berproduksi, nantinya akan sulit dipasarkan. Ini yang menjadi tugas kita bersama (pemerintah pusat dan daerah) melalui Kementan dan gubernur beserta jajarannya termasuk masyarakat," jelas Pending.

Ada cara yang sudah dilakukan Kementan mengenai pengoptimalisasian lahan rawa itu, yakni menggerakkan seluruh penyuluh yang ada. Di 4 ribu hektare lahan rawa di Desa Jejangkit yang menjadi lahan padi produktif, sudah dibagi wilayah penyuluhan oleh Kepala Dinas Kab. Batola.

"Kementan bekerja sama dengan Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia dan BPPSDMP memberikan penyuluhan bersama-sama menggerakkan itu," lanjut dia.


Lebih lanjut, untuk mengoptimalkan itu semua, Kementan juga meminta kerja sama dari Bulog. Sehingga nanti bisa ikut mengawal dari hilir sampai bagaimana membangun manajemen usaha yang bisa menguntungkan masyarakat.

Hadir pula dalam penutupan HPS ke-38 di Kalimantan Selatan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor beserta istri, dan jajaran pemerintah daerah Kalsel.



Simak juga vide 'Mentan: 2045 Indonesia Lumbung Pangan Dunia':

[Gambas:Video 20detik]

(ega/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed