Kabupaten Sragen Perluas Lahan Tambah Tanam Padi Jadi 109.208 Ha

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Kamis, 01 Nov 2018 11:50 WIB
Foto: Dok Kementan
Jakarta - Luas tambah tanam padi periode Oktober 2017-September 2018 mengalami surplus 6.400 hektare. Dijelaskan oleh Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi sebagai Penanggungjawab Upsus Pajale Provinsi Jateng, luas tambah tanam padi seluas 109.208 hektare sementara periode Oktober 2016-September 2017 seluas 102.808 hektare.

"Prestasi ini berkat perluasan tanam padi gogo hingga 5.250 hektar. Diharapkan prestasi capaian ini ditularkan kepada Kecamatan lain sehingga berdampak luas pada peningkatan produksi padi," ujar Suwandi dalam keterangan tertulis, Kamis (1/11/2018).

Dalam acara rapat koordinasi sekaligus penyerahan penghargaan kepada Kabupaten Sragen, Suwandi menjelaskan potensi padi gogo sangat luas yakni 29.000 hektare pada lahan kering dan bisa ditanam saat musim hujan. Ia mengatakan, perlu terobosan menanam padi gogo dan tumpang sari dengan benih unggul agar produktivitasnya meningkat.


Ia pun membeberkan langkah yang perlu dilakukan yaitu melakukan tabela (tanam benih langsung) padi gogo pada saat musim gadu dan disaat air terbatas. Kemudian dengan kembangkan pola tumpangsari berbagai tanaman dan palawija, serta mempercepat tanam dengan sistem methuk dan memanfaatkan pematang sawah untuk ditanam jagung, kacang, kedelai, refugia dan lainnya.

"Prinsipnya tiada hari tanpa olah tanah, tanam dan panen. Semua dilakukan secara terus menerus dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. Pola ini diyakini mampu meningkatkan produksi sekaligus berbagai komoditas dan pendapatan petani," ucapnya.

Suwandi menambahkan untuk meningkatkan produktivitas dapat juga dilakukan melalui penggunaan benih unggul bersertifikat. Selain itu dapat juga menggunakan pupuk organik, pupuk hayati ramah lingkungan sehingga diperoleh kesuburan lahan.

"Serta yang ketiga adalam optimalisasi pemanfaatan alsintan serta mengoptimalkan brigade Alsintan yang sudah dibentuk di Dinas Pertanian maupun yang sudah dimiliki oleh Kodim 0725/Sragen," sebutnya.

Menurutnya, mekanisasi dilakukan lebih efisien agar pompanisasi yang semula menggunakan bahan bakar dengan biaya Rp 1,5 juta per hektare per musim dapat dihemat hingga Rp 600 ribu. Caranya dengan menggunakan listrik dan menghemat hingga 50% jika menggunakan gas.

"Juga menghemat hingga 80% lebih bila menggunakan solar-cel energi surya, ini harus dimulai dengan demplot-demplot, satu kecamatan minimal satu demplot," ujar Suwandi.

"Karena itu, petugas lapangan agar memotivasi petani baik secara swadaya maupun mengoptimalkan bantuan dari pemerintah," sambung dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Eka Rini mengatakan Sragen merupakan lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah, paling tidak peringkat 5 besar se Jawa Tengah.

"Alhamdulillah tambah tanamnya menjadi peringkat kedua. Ini tentunya berkat bantuan dan dukungan dari Kementan, TNI, petani dan berbagai pihak," katanya.

Eka menyebutkan Sragen hanya memiliki sekitar 9.000 hektare yang merupakan daerah irigasi teknis, sehingga diperlukan adanya terobosan seperti penerapan padi gogo dan tumpangsari tanaman. Hal ini selaras dengan yang disampaikan Dirjen Hortikuktura.

"Kabupaten Sragen memiliki potensi lahan sawah 39.833 hektare dan lahan tegal 29.019 hektare," sebutnya.


Dalam rangka menyukseskan Upsus Pajale pihaknya pun membuat Program Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), pengunaan benih unggul, pola tanam jarwo super dan sekolah lapang bagi petani serta meningkatkan ketersediaan air (pembuatan sumur dangkal, embung, serta pompanisasi).

"Juga mengatur jadwal tanam yang tepat, pendampingan dan pengawalan penyuluh dan atau pengendalian OPT, serta mekanisasi pertanian," tandasnya.

Perlu diketahui, hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen, Komandan Kodim 0725/Sragen, Direktur Perbenihan Hortikultura Ir Sukarman, Kepala Bagian Evaluasi dan Layanan Rekomendasi Ditjen Tanaman Pangan Dr. Devi Setiabakti selaku Pj Upsus Pajale Sragen, dan Koordinator Penyuluh seluruh Kecamatan Kabupaten Sragen. (ega/hns)