Follow detikFinance
Jumat, 09 Nov 2018 08:55 WIB

2 Restoran di Mal Mewah Ini Langsung Bayar Pajak Usai Ditempel Stiker

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi mal. Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom Ilustrasi mal. Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Jakarta - Dua restoran di bilangan DKI Jakarta gerak cepat membayar pajak. Hal itu dilakukan usai pihak Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta melakukan penempelan stiker tunggakan pajak untuk penagihan terhadap pajak restoran dan reklame di Jakarta Pusat.

Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Tanah Abang kini menempel stiker restoran di area Senayan City dan Grand Indonesia.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh kepala UPPRD Tanah Abang, Hawan Aries Bhirawa. Dia mengatakan ada delapan titik dengan nilai tunggakan pajak sebesar Rp 827 juta yang akan ditempel stiker.

"Hari ini kami melakukan penempelan di 8 titik dengan nilai tunggakan keseluruhan sebesar Rp 827 juta. Penempelan 8 titik ini ada di 5 restoran dan 3 reklame," kata Hawan dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (09/11/2018).

Penempelan dilakukan pada 5 restoran dengan rincian 2 resto di Senayan City, 1 resto di Ratu Plaza, dan 2 resto di Grand Indonesia serta 3 reklame di jalan bendungan hilir, karet pasar baru dan kebon kacang raya.

Hawan menjelaskan kegiatan penempelan stiker adalah memberikan shock terapi dan law enforcement terhadap wajib pajak yang tidak patuh akan kewajiban perpajakannya.

Hal itu pun berhasil, karena selang beberapa jam usai penempelan stiker penunggak pajak resto Senayan City dan Grand Indonesia langsung membayarkan pajaknya maka stiker dilepaskan juga hari ini.

"Target kami dari kegiatan ini untuk memberi shock terapi dan law enforcement bagi wajib pajak yang tak patuh akan kewajiban pajaknya. Alhamdulillah, selang beberapa jam usai ditempel stiker resto Senayan City dan Grand Indonesia langsung membayar tunggakan mereka dan stiker dilepas juga hari ini," ujar dia.


Ia pun mengatakan shock terapi ini telah memberi efek langsung ke beberapa wajib pajak. Semoga wajib pajak yang lainnya pun bisa seperti itu. Adapun, nilai tunggakan pajak yang masih tersisa saat ini totalnya sebesar Rp 500 juta.

Lebih lanjut, Dia pun berharap dengan kegiatan ini wajib pajak menjadi sadar dan patuh akan semua kewajiban atas pajaknya sehingga target penerimaan pajak daerah DKI Jakarta bisa tercapai bahkan terlampaui. Uang pajak ini sepenuhnya dipergunakan untuk pembangunan kota Jakarta

"Harapan kami dengan kegiatan ini wajib pajak pun sadar dan patuh akan semua kewajiban atas pajaknya. Sehingga target dari penerimaan pajak daerah bisa tercapai bahkan terlampaui karena uang pajak sepenuhnya dipakai untuk membangun kota Jakarta," jelas dia.

(hek/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed